BREAKINGNEWS.CO.ID - Atlet lompat jauh putri Indonesia, Maria Natalia Londa, menjadi harapan untuk meraih medali emas di Asian Games 2018. Dengan momen menjadi tuan rumah, diharapkan mendapat tambahan motivasi bagi atlet kelahiran 29 Oktober 1990 itu. Asian Games akan dibuka pada 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Khusus untuk perlombaan lompat jauh bakal dilangsungkan sejak Sabtu (25/8) hingga Kamis (30/8) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Raihan terbaik Maria Londa, begitu sapaan akrabnya adalah emas pada Asian Games 2014 di Incheon, 2014. Beraksi di Incheon Stadium, Incheon, Korea Selatan, Maria melompat sejauh 6,55 meter.

Saat itu, Maria Londa berhasil mengalahkan lompatan dari atlet Vietnam Bui Thi Thu Thao. Namun, tiga tahun berselang, Mario Londa justru kalah dari Bui Thi Thu Thao di SEA Games, Malaysia pada 2017. Maria menyelesaikan pertandingan lompat jauh di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, dengan catatan lompatan sejauh 6,47 meter. Sementara Bui Thi Thu Thao berhasil melompat sejauh 6,68 meter.

Atlet lompat jauh Vietnam Bui Thi Thu Thao (Foto: Dok. baogiaothong.vn)

Kepada Breakingnews.co.id, Maria Londa mengatakan persaingan dengan Bui Thi Thu Thao pastinya akan berlanjut di Asian Games 2018."Masih, dia akan menjadi pesaing utama juga untuk saya. Saya sekali bisa mengalahkan dia, begitu juga sebaliknya. Tapi, kita juga tidak boleh remehkan lawan-lawan lainnya seperti China, Kazakhstan, Uzbekistan," kata Maria Londa

Optimistis

Dia mengaku persiapannya saat ini sudah 95 persen. Salah satu yang perlu ia perbaiki adalah pematangan teknik, fisik, dan keyakinan. "Mudah-mudahan segala latihan saya sama pelatih selama ini bisa membuahkan hasil, dan semua persiapan berjalan lancar ketika perlombaan nanti. Karena, setiap event berbeda.

Maria Londa juga terbantu dengan suasana pemusatan latihan yang digelar di Bali yang merupakan tempat kelahirannya. "Saya berlatih dengan nyaman, karena bisa dekat dengan keluarga, jadi fokus," bebernya.

Selama masa persiapan, atlet 27 tahun tersebut sebenarnya juga harus memperhatikan kondisi lututnya. Sebab, cedera lutut yang sempat dialami Maria ditangani lebih lanjut. Dan, Maria menyatakan dalam beberapa kesempatan ada jadwal untuk melakoni terapi pada cedera lutut kanan dan kirinya. "Latihan di Bali, kalau terapi di Jakarta. Bolak-balik ke sana tak masalah," tutur Maria.