BREAKINGNEWS.CO.ID -  Diskusi menarik tentang ‘Pers Di Pusaran Demokrasi’ seakan mengingatkan kembali  fungsi pers dalam penyajian berita yang benar kepada masyarakat.

Apalagi di tengah pusaran demokrasi sekarang ini, insan pers diwajibkan meredam bahkan merelaksasi panasnya dunia politik. Seperti yang disampaikan Agus Sudibyo, Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga Dewan Pers pada rekan media di acara diskusi FMB 9 di Ruang Serba Guna, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, kemaren

“Sekedar mengingatkan bila kita sebagai insan pers harus bisa merelaksasi dunia politik. Meredakan ‘urat-urat’ politik yang dirasa kaku dan tegang. Agar masyarakat tidak terpengaruh dan memperuncing keadaan karena satu berita,” ungkap Agus dihadapan awak media yang hadir.

Salah satu yang menjadi perhatian Dewan Pers ketika pemberitaan hoax bermunculan. Asalnya pun sudah diketahui dari media sosial yang tak bertanggungjawab. Agus pun mengimbau pada rekan media untuk tidak mengikuti media sosial.

“Pers jangan menjadi follower media sosial, yang mengandung hoax yang tidak mengandung konfirmasi dan verifikasi. Kita harus jadi good journalism bermanfaat yang bisa mengolah data yang didapat dari lapangan bukan dari media sosial,” tegasnya.

Banyaknya platform media sosial yang menyajikan data yang tak akurat justru diikuti sejumlah media arus utama. “Jadi ketika adanya pembatasan terhadap media sosial yang terjadi kemarin, masyakarat kembali mempercayai media konvensional,” ujar Agus.

Ketika peluang itu terjadi, media diharapkan menjadi panduan bagi masyarakat dalam perolehan berita yang akurat. “Ternyata masyarakat masih butuh pemberitaan dari pers sesungguhnya. Untuk itulah kita yang bertanggungjawab dalam pemberian informasi sekiranya bisa meredam apa yang tengah terjadi. Intinya jangan memperuncing keadaan apalagi sampai merusak persatuan bangsa,” pungkasnya