BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesartyo mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Dewan Pers Indonesia untuk melakukan kajian dan menindak tegas media sosial atau online apabila terbukti melanggar Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalis. 
 
Hal tersebut dikatakan Bambang menyikapi persoalan bahwa terdapat 79 persen dari 47 ribu jumlah media sosial online di Indonesia merupakan media dengan berita yang  kerap tidak dapat dipertanggungjawabkan sehingga masyarakat sering terpapar berita yang tidak benar. 
 
Bambang pun mendorong Kominfo selektif dalam memberikan izin pendirian media massa baik cetak, online atau siber maupun siaran. "Guna menghindari adanya maraknya perusahaan pers yang menyiarkan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar Bambang kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/2/2019). 
 
Selanjutnya Bambang mendorong Kominfo bersama Dewan Pers Indonesia untuk meningkatkan pengawasan terhadap media massa, khususnya online saat ini dan memastikan setiap media mentaati peraturan yang berlaku baik Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers maupun Kode Etik Jurnalis untuk seluruh jurnalis di Indonesia.
 
Dengan demikian Bambang mengimbau masyarakat untuk lebih kritis dalam membaca dan menerima informasi, terutama dari internet dan media sosial, seperti dengan lebih memperhatikan judul, alamat situs atau sumber berita, data yang disebutkan, keaslian foto, serta legitimasi konten dari berita terkait.
 
"Guna mencegah masyarakat terhasut oleh isu hoaks ataupun ujaran kebencian," tegasnya