JAKARTA -- Potensi wisata di Kabupaten Ende makin berkembang. Ada dana desa mempercepat perubahan pariwisata di daerah yang berada di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini. Satu diantara yang saat ini makin menonjol yaitu desa Waturaka.

Bila masuk ke lokasi desa ini, wisatawan bakal disuguhi asrinya perbukitan di Kecamatan Kelimutu. Suhu hawa yang dingin makin memanjakan wisatawan yang akan melancong ke desa yang terdapat dibawah kaki Gunung Kelimutu ini. Belum lama ini desa Waturaka memperoleh penghargan jadi Desa Wisata Paling baik Kelompok Wisata Alam dari Kementrian Desa.

Kepala Desa Waturaka, Aloysius Djira Loy menyampaikan mengatakan potensi di daerah ini semakin berkembang mulai sejak ada dana desa. Menurutnya, dana desa begitu mensupport pembangunan lokasi wisata di wilayahnya. Untuk th. ini, Dana Desa ia pakai untuk lengkapi fasilitas infrastruktur desa. Hasil musyawarah desa juga menyetujui supaya Dana Desa dipakai untuk tingkatkan kwalitas pendidikan anak umur awal.

Menengok Cantiknya Desa Wisata Kelimutu di Ende

" Dana Desa kami pusatkan untuk lengkapi fasilitas infrastruktur jalan ataupun infrastruktur pertanian seperti perbaikan irigasi serta perbaikan fasilitas air bersih. Itu juga untuk mensupport pengembangan bidang agrowisata. Pasti semua untuk mendukung daya tarik di sini, " katanya.

Disamping itu, Pengurus Grup Sadar Wisata (Pokdarwis), Blasius, menyampaikan, dianya selalu memberi pendampingan pada orang-orang supaya makin berkembang dalam mengelola potensi desa. Dianya juga bekerja bersama dengan instansi pariwisata Swisscontact untuk pendampingan warga. Instansi itu, lanjut Blasius, juga ikut menolong promosi potensi pariwisata Desa Waturaka.

" Banyak wisatawan asing yang datang, salah satunya dari Prancis serta Swiss. Sebagian besar mereka akan menuju Danau Tiga Warna Kelimutu. Karena itu lewat Pokdarwis, kami selalu memberi beragam pendampingan serta pengetahuan pada orang-orang untuk pengembangan layanan homestay serta yang lain, ” katanya.

Satu diantara warga yang menyewakan tempat tinggalnya jadi homestay, Robertus Lele, bahkan juga mengajak dan beberapa wisatawan asing untuk ikuti kesibukan bermasyarakat. Hal itu, menurut dia, yaitu usaha supaya beberapa wisatawan makin kerasan serta memberi kesan sendiri.

“Turis kerasan karna mereka terjun segera ke orang-orang serta berbaur berbarengan, bahkan turut memasak. Mereka juga kami ajak ke sawah untuk menanam padi, panen sayur, serta buah-buahan. Ini yang bikin mereka mereka suka serta berkesan, ” ungkap Robert yang buka layanan homestay mulai sejak 2015 lantas.