BREAKINGNEWS.CO.ID - Dalam konteks kehidupan berdemokrasi, Partai Demokrat turut menyoroti terkait dengan isu Pilpres 2019. Adapun saat ini pilpres dilangsungkan secara serentak dengan pileg.

Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa hal itu hanya berdampak pada partai pengusung utama calon presiden (capres) yang paling berpotensi mendapatkan efek elektoral terbesar.

"Jika kondisi ini berlanjut di masa depan, bukan tidak mungkin era multipartai akan berakhir, dan menyisakan hanya dua partai besar, seperti di Amerika Serikat. Kami berpendapat, Indonesia belum siap dan juga belum tentu cocok mengadopsi sistem kepartaian model Amerika Serikat tersebut. Partai Demokrat berpandangan, bahwa sistem multipartai merupakan pilihan yang paling rasional, dihadapkan pada kemajemukan dan latar belakang historis bangsa ini," kata AHY dalam pidato politiknya, Jum'at (1/3/2019) malam.

"Karena itu, pasca Pemilu 2019 nanti, kita semua harus duduk bersama, melakukan dialog untuk membangun konsensus nasional tentang sistem politik apa yang paling cocok bagi bangsa kita di masa mendatang. Kepada Presiden mendatang, Partai Demokrat merekomendasikan untuk mengkaji kembali sistem kepartaian dalam kehidupan berdemokrasi kita," sambungnya.

Isu kedua yang juga menjadi perhatian kita bersama, lanjut AHY, adalah gelombang ekonomi baru, yakni Ekonomi Digital. Menurutnya, cloud technology, Internet of things, dan artificial intelligence, telah dan akan terus mengubah bagaimana bangsa ini berinteraksi dan bertransaksi.

"Batas-batas antar negara menjadi kabur. Istilah-istilah ini mungkin bagi sebagian besar masyarakat terdengar asing. Tapi kita dipaksa untuk memahami semua ini karena arus zaman dan adanya peluang dan manfaat dari kemajuan teknologi dewasa ini," ujarnya.

"Namun, tantangan dan permasalahannya juga tidak sedikit. Jika tidak dikelola dengan baik, kedaulatan ekonomi nasional kita bisa terancam. Revolusi teknologi, sekali lagi, memaksa kita beradaptasi untuk menemukan langkah-langkah yang tepat guna memberdayakan dan melindungi para pebisnis, konsumen maupun perekonomian nasional," imbuh putra sulung Presiden ke-6 RI,  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Untuk itu, ke depan bangsa ini, kata AHY, harus memiliki strategi ekonomi digital secara nasional. Menurut ya, kita mengapresiasi pemerintah, yang sudah berusaha menyusun strategi dan langkah perdagangan elektronik, e-commerce Indonesia. Kendati demikian, kita juga tidak boleh hanya menjadi medan pertarungan para pelaku pasar global.

"Kita harus menjadi pelaku utama yang mampu mengoptimalkan potensi pasar nasional kita. Negara harus hadir untuk mendorong masyarakat, khususnya anak-anak muda, untuk mampu bersaing, baik sebagai penyedia dan pengelola platform e-commerce, maupun secara kreatif menciptakan produk-produk unggulannya," tegas AHY.

"Terkait hal ini, Partai Demokrat mendorong kepada Presiden mendatang, untuk memperbanyak pusat-pusat inkubasi guna membantu menyiapkan usaha-usaha rintisan (start up) yang unggul dan berdaya saing tinggi di pasar global. Semakin berkembangnya usaha-usaha rintisan ini, akan membuka lapangan pekerjaan yang semakin luas," sebutnya.

"Karena itu, Partai Demokrat merekomendasikan kepada Presiden mendatang untuk memperkuat kebijakan dan regulasi, yang mendorong sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, sebagai pelaku pasar sekaligus konsumen," pungkas AHY.