BREAKINGNEWS.CO.ID - Sebanyak 28 bom ikan modifikasi berisi paku milik kelompok dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith, yang dibekuk di kawasan Tangerang pada Jumat 27 September 2019 lalu, dipampangkan ke wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/10/2019) sore.

Kompol Yandi, petugas dari Puslabfor Mabes Polri yang memeriksa barang bukti bom ikan itu mengatakan setelah diselidiki, bom yang dibuat kelompok itu bukan lagi menjadi bom ikan biasa.

Ia mengaku lebih suka menyebutnya sebagai bom rakitan.

"Terkait adanya 28 buah bom kita sebut ini bom rakitan. Karena komponen untuk sebuah bom sudah lengkap. Yakni ada kontainer, penyulut, dan bahan peledak. Apalagi ada paku dalam setiap rangkaian bom" kata Yandi dalam konpers di Polda Metro Jaya, Jumat (18/10/2019).

Dari hasil ujicoba bom rakitan yang dilakukan pihaknya, kata Yandi, bom rakitan itu memiliki daya ledak yang cukup dahsyat dan daya rusak mematikan.

"Radius ledakan yang mematikan hingga 30 meter. Karena di bom rakitannya ada puluhan paku yang dililit lakban di luar botol minuman energi yang dijadikan kontainer bom," kata Yandi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan untuk kasus ini pihaknya sudah membekuk 21 tersangka.

"Mereka terbagi dalam 5 kelompok sesuai perannya, namun mereka dalam satu jaringan," kata Argo di Polda Metro Jaya.

Menurut Argo, peran dosen IPB Abdul Basith selain perencana juga mendanai kelompoknya hingga berhasil membuat bom rakitan dan bom molotov. "Ia mendanai dengan mendatangkan ahli bom ikan dari Papua. Dana yang dikeluarkannya Rp 8 Juta," kata Argo.

Bom rakitan yang ditunjukkan polisi ke wartawan, tampak menggunakan botol minuman energi ukuran 150 ml.

Sebelumnya Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan dari serangkaian pemeriksaan terhadap para tersangka, terkuak bahwa motif utama dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith menyiapkan 28 bom ikan berisi paku, yang akan diledakkan dalam aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI, pada Sabtu, 28 September 2019 lalu adalah untuk menggagalkan pelantikan Jokowi sebagai Presiden RI.

Caranya, kata Suyudi, adalah dengan membuat kerusuhan yakni meledakkan bom ikan berisi paku di sepanjang wilayah Grogol sampai dengan Roxy, Jakarta Barat.

"Jadi target utama tujuan mereka adalah membatalkan pelantikan Jokowi sebagai presiden. Mereka berencana meledakkan bom ikan berisi paku yang disiapkan, di sepanjang wilayah Grogol sampai dengan Roxy di Jakarta Barat," kata Suyudi, Selasa (8/10/2019).

Menurut Suyudi saat aksi Mujahid 212, Abdul Basith dibantu rekannya membawa misi menurunkan Jokowi sebagai presiden dengan isu karhutla dan revisi UU KPK. "Dan target utama atau tujuan akhirnya menggagalkan pelantikan Jokowi sebagai Presiden," katanya.