JAKARTA - Saat ini Indonesia sedang mengerjakan beberapa proyek pembangunan infrastruktur untuk menunjang sektor ekonomi, yang bekerja sama dengan pihak swasta. Proyek yang akan berjalan berjumlah sekitar 13 hingga saat ini. Proyek tersebut sudah ditandatangani perusahaan melalui perjanjian penjamin yang memakai skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai total investasi mencapai Rp119 triliun. Dari jumlah tersebut, nilai proyek yang dijamin PII sebesar Rp30,74 triliun.

Proyek yang dijamin PII ialah PLTU Batang, Tol Batang-Semarang, Balikpapan-Samarinda, Pandaan-Malang, Manado-Bitung, Jakarta-Cikampek II Elevated, Krian-Legundi-Bunder-Manyar, Cileunyi-Sumedang-Dawuan, Serang-Panimbang, Sistem Penyediaan Air Minum Umbulan, dan seluruh paket proyek Palapa Ring baik barat, tengah, dan timur.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama Penjaminan Infrastruktur, Armand Hermawan. Beliau juga menambahkan dalam waktu dekat perseroan akan menandatangani perjanjian penjaminan untuk dua proyek baru, yaitu tol Probolinggo-Banyuwangi dan Jakarta—Cikampek II Selatan.

"Sekarang lagi diskusi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPTJ) untuk penjaminan dua proyek baru. Kalau ditambah dua ini totalnya kami menjamin Rp 35 triliun," terang Armand saat ditemui di kantornya, Senin (11/12/2017).

Armand melalui PII yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan terus mendorong pemerintah daerah untuk aktif mengusulkan proyek KPBU. Dia menyebutkan proyek LRT Medan dan Rumah Sakit Unsrat menjadi contoh proyek pemda yang diberikan penjaminan oleh PII. Saat ini, PII sedang mempelajari sejumlah proyek KPBU, diantaranya proyek air minum di Danau Toba Sumatera Utara, proyek air minum Jatiluhur, proyek air minum di Semarang Barat, dan proyek persampahan di Jakarta, yang digagas oleh pemda.

Semua proyek tersebut masih dalam tahap diskusi dengan pejabat daerah terkait mengenai struktur pembiayaan proyek tersebut, sehingga tidak dimasukkan dalam target proyek tahun depan.