BREAKINGNEWS.CO.ID - Chief Executive Officer (CEO) Bhayangkara FC, Irjen Pol. Refdi Andri bangga, Bhayangkara FC turut berkontribusi dalam keberhasilan Timnas Indonesia U-22. Bhayangkara FC, menjadi salah satu klub penyumbang pemain terbanyak untuk Timnas Indonesia U-22 yang berlaga di Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Ada empat pemain yang mengisi di berbagai lini skuat Garuda Muda. Mereka adalah Awan Setho (kiper), Nurhidayat (bek), Bagas Adi Nugroho (bek), dan Sani Rizki Fauzi (gelandang).

Keempat pemain tersebut menjadi bagian penting dalam keberhasilan Timnas Indonesia menjadi juara Asia Tenggara. Terutama pada partai final saat Timnas U-22 mengalahkan Thailand 2-1 di Stadion Olimpic, Phnom Penh, Selasa (26/2). Keempat pemain tersebut tampil sebagai starter. Bahkan, Sani Rizki Fauzi menjadi titik balik kebangkitan Garuda Muda setelah mencetak gol ketika Timnas U-22 tertinggal.

Sani melakukan tendangan jarak jauh pada menit ke-58, bola memantul mengenai pemain belakang Thailand U-22 dan berubah arah. Kiper Thailand U-22, Korraphat Nareechan pun tak sanggung menghalaunya. Setelah itu, Timnas U-22 semakin termotivasi hingga akhirnya Osvaldo Hayy mengembalikan keadaan pada menit ke-63.

"Saya bangga dengan kehadiran mereka di Timnas Indonesia U-22. Apalagi salah satu gol di final dicetak oleh Sani Rizki," kata Refdi Andri kepada Breakingnews.co.id di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (27/2/2019).

"Setelah ini, yang kami pikirkan adalah bagaimana Bhayangkara FC menjadi lebih berprestai. Kemudian Timnas Indonesia U-22 ini yang telah menjadi juara ini bisa kita rawat," tambah pria yang juga menjabat sebagai Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas) Polri itu.

Menariknya, dari empat pemain Bhayangkara FC di Timnas U-22, dua pemain di antaranya bersatus sebagai polisi yaitu Awan Setho dan Sani Rizki. Refdi mengungkapkan kedua pemain tersebut tak masalah meninggalkan tugasnya sebagai anggota kepolisian.

"Mereka itu memang kepolisian, tapi kalau berjuang untuk Indonesia mereka bisa meninggalkan tugas pokoknya dan bisa digantikan oleh teman-temannya. Karena bagaimanapun kepolisian untuk Indonesia, Bhayangkara FC juga untuk Indonesia ,"ucapnya.

Refdi menambahkan, dirinya tak masalah jika nanti banyak pemain Bhayangkara FC kembali dipanggil Timnas Indonesia. Meskipun, risikonya kekuatan Bhayangkara FC bisa berkurang. "10 pemain yang dipanggil untuk timnas akan kami lepas. Apapun, kalau atas nama negara, harus dilakukan," tegasnya.

Lebih lanjut, kepada para pemainnya, Refdi akan memberikan bonus. Tujuanya tak lain untuk menambah motivasi para pemainnya untuk terus lebih baik ke depannya. "Mereka sudah membawa nama besar kepolisian dan Bhayangkara FC. Tentu akan ada kiat-kiat untuk memberikan tambahan motivasi untuk mereka. Walaupun kita memberikan tidak secara terbuka," pungkasnya.