BREAKINGNEWS.CO.ID - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengajukan usulan pembatasan operasional angkutan udara dan laut ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Langkah ini dilakukan untuk mengatasi terjadinya penyebaran virus corona atau covid-19.

Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman Djohan ketika dihubungi Breakingnews.co.id via telepon selular, Jumat (27/3/2020) mengungkapkan, jika situasinya makin tak terkendali, usulan untuk penutupan pelabuhan dan bandara akan dilakukan. 

"Kita mendukung keputusan bersama yang mengusulkan membatasi penerbangan dan pelabuhan angkutan penumpang agar penanganan Covid-19 ini lebih serius," kata Erzaldi. 
 
Untuk langkah ini Erzaldi menjelaskan pihaknya tengah menunggu persetujuan pihak Kemenhub. "Kita sudah usulkan ke Kemenhub
 Insyallah sore ini ada jawaban," ujar Erzaldi menjawab Breakingnews.co.id dari ujung telepon.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Babel, Naziarto, mengatakan pihaknya mengusulkan pembatasan angkutan udara dan laut secara bertahap. Yakni, bersifat dinamis dengan melihat situasi di lapangan pada 28 hingga 30 Maret.

Kemudian, penghentian sementara semua angkutan udara dan laut pada 31 Maret-6 April. Layanan diusulkan kembali normal mulai 7 April.

"Langkah yang dilakukan ini untuk kebaikan kita semua, jadi masyarakat jangan resah. Kita bukan lockdown, tetapi penutupan ini bersifat sementara," ujarnya.

Ia menegaskan keputusan untuk membatasi angkutan udara dan laut ini merupakan kebijakan pemerintah pusat.

"Ini merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Udara dan Dirjen Perhubungan Laut. Oleh karena itu, pemerintah provinsi akan segera menyampaikan surat pengajuan pembatasan moda transportasi ini," jelasnya.

Jika terlaksana, ia menambahkan pelabuhan laut, yakni Pelabuhan Pangkal Balam dan Pelabuhan Tanjung Ru, tetap terbuka bagi angkutan barang.

"Tindakan ini tentunya sudah dipikirkan Pemprov Babel melalui berbagai pertimbangan. Untuk memastikan tetap berjalan lancar, maka akan dilakukan SOP yang sesuai dengan ketetapan dari pemerintah pusat secara ketat," tutupnya.

Dari informasi yang dihimpun hingga saat ini Kepulauan Babel tidak termasuk dari 27 provinsi di Indonesia yang sudah terjangkit Virus Corona alias masih nol pasien.