Las Vegas --Sebuah bus antar-jemput self-driving di Las Vegas terlibat dalam sebuah kecelakaan pada hari pertama pelayanannya. Kendaraan itu membawa "beberapa" penumpang saat tertabrak truk yang melaju dengan kecepatan rendah.

Tidak ada yang terluka dalam insiden yang menurut pejabat kota merupakan kesalahan sopir truk (manusia). Pria itu kemudian diberi tiket (tilang) oleh polisi.

Bus antar-jemput ini adalah yang pertama yang bisa digunakan di jalan umum di AS. Tabrakan itu terjadi sehari setelah Waymo - yang dimiliki oleh perusahaan induk Google Alphabet - mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan armada taksi yang mengemudi sendiri di Phoenix, Arizona.

Busa antar-jemput Las Vegas ini dirancang untuk mengangkut penumpang ke jalur yang terkenal atau ramai. Kendaraan ini, menggunakan sistem yang dikembangkan oleh Navya, sebuah perusahaan Prancis yang juga menguji teknologinya di London. Kendaraan tersebut mampu membawa hingga 15 orang dan memiliki kecepatan maksimum 45km / jam, namun biasanya melaju sekitar 25km / jam.

Seorang juru bicara Kota Las Vegas mengatakan kepada BBC bahwa kecelakaan itu hanya mengakibatkan "penyok fender" - sebuah tabrakan kecil - dan bus anatr-jemput ini kemungkinan akan kembali berada di jalan pada Kamis (9/11/2017) setelah beberapa tes diagnostik rutin.

"Truk pengantar keluar dari sebuah gang," kata petugas informasi publik Jace Radke. "Bus antar-jemput ini melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan berhenti. Sayangnya, elemen manusia, pengemudi truk, tidak berhenti."

Teknologi penggerak sendiri telah terlibat dalam kecelakaan sebelumnya, namun hampir semua insiden yang dilaporkan terjadi karena kesalahan manusia.

Awal tahun ini sebuah kendaraan otonom yang diuji oleh perusahaan pengendara sepeda Uber di Arizona terguling setelah pengemudi lain di jalan gagal memberi jalan.

Sebuah insiden yang melibatkan Tesla Model S, yang memiliki beberapa fungsi otonom, membunuh seorang pria pada tahun 2016. Investigasi memutuskan bahwa kegagalan komputer dapat disalahkan. Tesla diinstruksikan untuk membuat pembatasan teknologinya lebih jelas bagi pengemudi.

Para ahli mengatakan bahwa meski dengan kejadian ini, teknologi self-driving sudah mampu membuat jalan kita secara signifikan lebih aman. Sebuah studi dari RAND Corporation, yang diterbitkan minggu ini, mengemukakan bahwa teknologi self-driving harus diluncurkan meski tidak sempurna.