JAKARTA - Menurut sebuah studi  di Pennsylvania, baru-baru ini, mengonsumsi tiga setengah cangkir sayuran berserat kaya nutrisi, secara rutin bisa bermanfaat untuk kesehatan usus. Misalnya sayuran brokoli.  

Memiliki tubuh sehat memang menjadi idaman semua orang. Banyak ahli kesehatan yang menyarankan untuk mengkonsumsi sayur dan lauk pauk secara seimbang. Sayur sayuran memiliki manfaat yang beragam sesuai dengan jenis sayur.

Dikutip dari Journal of Functional Foods itu menunjukkan penghalang usus yang berfungsi baik. Artinya saluran gastrointestinal membantu melindungi usus dari racun dan mikroorganisme berbahaya, sembari membiarkan nutrisi masuk ke sistem.

Sayuran berwarna hijau yang memiliki bentuk seperti kembang kol ini memang kurang begitu memiliki rasa sedap seperti sayuran pada umumnya. Banyak anak yang kurang menyukai brokoli. Bahkan jika masih mentah aroma langu bisa Anda hirup dari brokoli.

Sayuran berserat seperti brokoli, brussels kecambah dan kubis - mengandung senyawa kimia organik yang mampu memelihara serat baik dalam usus. Sayuran ini berfungsi untuk kekebalan tubuh.

"Jika Anda memiliki masalah, seperti di usus, mulai menderita radang, yang kemudian dapat menyebabkan kondisi lain, seperti radang sendi dan penyakit jantung. Jaga usus tetap sehat dan pastikan penghalang berfungsi baik. Sehingga Anda tidak mengalami masalah di usus semisal usus bocor," kata Gary Perdew, Profesor di Pennsylvania State University di Amerika Serikat.

Selain bagus untuk usus, brokoli juga dapat membantu mencegah penyakit kanker dan Penyakit Crohn, yang disebabkan peradangan pada lapisan usus. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa brokoli juga dapat membantu untuk mengatur diabetes. Selain itu mengurangi risiko kanker prostat. Demikian seperti dilansir laman Indian Express.