BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mencari dan mengetahui situs-situs yang ada di media sosial yang melakukan transaksi penjualan obat palsu dan ilegal untuk diberikan sanksi. 
 
Hal tersebut dikatakan Bambang menyikapi lemahnya pengawasan perdagangan obat dalam jaringan (online) yang terindikasi menjual produk kecantikan dan obat-obat palsu atau ilegal sebanyak 552.177 butir obat yang ditemukan BPOM dengan nilai barang sitaan mencapai Rp 17,4 miliar.
 
Bambang juga mendorong Kemenkes, BPOM, dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), secara bersama menyusun draf regulasi berkaitan dengan perdagangan obat dalam jaringan (daring). 
 
"Agar dapat dijadikan payung hukum dalam melakukan pengawasan terhadap perdagangan obat dalam jaringan," ujar Bambang di Jakarta, Rabu (7/10/2018). 
 
Selanjutnya Bambang mendorong Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) dan BPOM bekerja sama dengan Kepolisian melakukan razia terhadap situs yang sudah diketahui melakukan transaksi perdagangan obat palsu atau ilegal dan memblokir situs tersebut. 
 
"Serta melakukan tindakan tegas terhadap pemilik, dan penjual yang melakukan transaksi lewat situs tersebut," katanya. 
 
Lebih lanjut Bambang mendorong Kemenkes, BPOM, dan BPKN melakukan penyuluhan dan penjelasan kepada masyarakat agar berhati-hati dalam bertransaksi lewat online, terutama dalam membeli obat-obatan. 
 
"Mengimbau masyarakat untuk mengecek terlebih dahulu melalui BPOM mengenai kebenaran dan keaslian dari jenis obat yang akan dibeli lewat online, untuk meminimalisir kerugian akibat penipuan terhadap produk obat yang diperdagangkan," tukasnya.