BREAKINGNEWS.CO.ID - Operator sepak bola di Indonesia, PT Liga Indonesia Baru (LIB) terus mendapatkan sorotan publik. Satu persatu masalah pun menghampiri. Hingga Sabtu (9/5/2020) masalah yang terjadi semakin menumpuk saja.

Terbaru, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengirimkan surat ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait penyelesaian tunggakan kepada klub asal Palembang, Sumatera Selatan, Sriwijaya FC. Dengan nomor surat 08/SKL/BOPI/KU/V/2020, BOPI telah mengirimkan surat pada Jumat (8/5) lalu.

Tentu ini menjadi masalah kesekian kalinya yang dialami PT LIB. Sebelumnya PT LIB juga dilanda permasalahan yakni setelah tiga direktur mengirimkan surat ke pemilik saham terkait kondisi internal perusahaan.

Tidak hanya itu saja, tagihan subsidi ke klub Liga 1 serta Liga 1 musim 2020, dan nepotisme yang dilakukan oleh direktur utama, Cucu Somantri yang mengangkat anaknya bernama Pradana Aditya Wicaksana menjadi Geneal Manager, PT LIB.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sriwijaya FC masih memiliki tabungan di PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator liga. Tepatnya tunggakan subsidi kompetisi sejak musim 2018. Jumlahnya pun lumayan besar, sekitar 3,4 miliar rupiah.

"Menanggapi surat dari Sriwijaya FC kepada BOPI, tentang permintaan klub tersebut untuk dimediasi dengan PT Liga Indonesia Baru, perihal penyelesaian tunggakan subsidi klub, bersama ini kami mengimbau PT Liga Indonesia Baru untuk menyelesaikan tunggakan subsidi klub tahun 2018 kepada Sriwijaya FC," bunyi surat yang ditanda tangani Richard Sam Bera, Ketua Umum BOPI.

Ada dua poin utama dalam surat tersebut. Pertama PT LIB diminta membayarkan secara tunai dan lengkap kepada Sriwijaya FC. Kedua mencapai kesepakatan bersama penyelesaian tunggakan secara tertulis dan komprehensif antara PT LIB dan Sriwijaya FC.

BOPI ingin tunggakan ini dapat diselesaikan dengan salah satu cara di atas dan mendapat laporan tentang terselesaikannya masalah tunggakan ini dalam waktu dekat.

Sementara itu, Manajer tim Sriwijaya FC Hendri Zainuddin berharap pembayaran tunggakan subsidi klub untuk tahun 2018 lalu itu segera terealisasi dan dapat dibayarkan secara full, agar manajemen Sriwijaya FC juga dapat membayar kewajibannya terhadap staff pelatih dan punggawanya.

"Jadi dari BOPI sudah mengeluarkan surat untuk mediasi antara Sriwijaya FC dengan PT LIB untuk membahas masalah pembayaran. Kita belum tahu apakah PT LIB yang akan memanggil kita untuk duduk bersama menyelesaikan masalah pembayaran ini," kata Hendri.

"Harapannya bisa segera direalisasikan dan dibayarkan secara full agar kita juga bisa membayar kewajiban-kewajiban kita kepada pemain dan pelatih," pungkasnya.