BREAKINGNEWS.CO.ID – Pada hari Jumat, 28 Desember 2018 kemarin, layanan internet 4G dari Bolt sudah resmi berhenti beroperasi. Hal tersebut merupakan keputusan dari Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Sebelumnya, pihak Bolt sendiri memang telah mengumumkan jika pihaknya akan segera memberikan refund terhadap layanan atau kuota pelanggan yang masih aktif atau masih belum habis.

Dan kini, Smartfren pun menyatakan bahwa mereka telah digandeng Bolt untuk memberikan layanan kepada para pelanggan Bolt. Caranya adalah dengan mengalihkan para pelanggan Bolt ke Smartfren.

Pihak Smartfren sendiri menjelaskan jika setiap pelanggan Bolt cukup datang ke lokasi Bolt Zone di Jabodetabek dan Medan untuk menukarkan kartu Bolt mereka dan melakukan verifikasi ulang untuk bisa menjadi pelanggan Smartfren.

Dan nantinya bakal ada 28 lokasi Bolt Zone di Jabodetabek dan Medan yang bakal disediakan tim customer service dari tim Smartren. Hal tersebut guna membantu melakukan aktivasi kartu perdana Smartfren.

"Kesepakatan ini kami lakukan sebagai bentuk dukungan kami terhadap pelanggan Bolt. Bagi pelanggan yang lolos verifikasi untuk mendapatkan layanan Smartfren, mereka dapat menukarkan langsung kartu Bolt dengan kartu perdana Smartfren Now+ gratis," ungkap Djoko Tata Ibrahim selaku Deputi CEO Smartfren pada Senin, 1 Januari 2019.

"Tentunya selain tetap dapat melanjutkan layanan internetnya, pelanggan Bolt dapat menikmati internet di wilayah yang lebih luas, karena Smartfren hadir di lebih dari 200 kota Indonesia," pungkasnya.

Berhentinya operasi Bolt ini dikarenakan PT Internux (Bolt) telah menunggak pembayaran plus denda atas BHP frekuensi radio kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Dengan tunggakan tersebut, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, akhirnya resmi mencabut izin penggunaan frekuensi 2,3 GHz untuk PT Internux (Bolt).