BREAKINGNEWS.CO.ID – Polemik utang antara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan mantan Ketua Umum (Ketum) PSSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti pada akhirnya menenui titik terang. Wakil Ketua Umum (Waketum) PSSI, Joko Driyono, menyatakan kalau pihaknya akan membayar utang kepada mantan Ketum PSSI itu.

Sidang perdata gugatan utang-piutang kedua belah pihak telah berakhir untuk kemenangan La Nyalla. PSSI dianggap Ketua Majelis Hakim, Indirawati, melakukan wanprestasi, di mana utang PSSI kepada mantan ketua umumnya itu disebutkan mencapai 13,9 miliar rupiah.

Menanggapi keputusan Majelis Hakim tersebut, pihak PSSI diwakili Wakil Ketua Umumnya, Joko Driyono memastikan akan mematuhi keputusan tersebut dan segera membayar kewajiban mereka tersebut. "Ya biasa saja, hutang piutang biasa. Kalau diputuskan buat bayar, ya bayar," ujar Joko ketika ditemui di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Pria yang akrab disapa Jokdri ini menambahkan, pihaknya akan berkomunikasi dengan La Nyalla menyoal kasus ini. Termasuk, terkait batas akhir waktu pembayaran utang. "Ya itu nanti PSSI dan Pak Nyalla untuk bicara bagaimana mengeksekusinya," katanya. Utang PSSI kepada La Nyalla dinyatakan dalam surat pengakuan utang dan hasil audit yang dilakukan auditor independen. La Nyalla merupakan mantan Ketua Umum PSSI pada April 2015 hingga November 2016.

Sebelumnya, sidang perdata gugatan hutang-piutang antara penggugat La Nyalla Mahmud Mattalitti dan tergugat Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya telah di putus Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sidang yang berlangsung sejak Mei 2018 itu, diketok majelis hakim PN Jakarta Selatan, Rabu (31/10) dengan putusan PSSI wajib membayar hutang kepada La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Ketua Majelis Hakim Indirawati, S.H., M.H., bersama dengan anggota Martin Ponto dan Dedy Hermawan, S.H., M.H. menyatakan bahwa Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak eksepsi Tergugat untuk seluruhnya dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian. Selanjutnya Majelis Hakim menyatakan Tergugat (PSSI) wanprestasi, dan menghukum Tergugat untuk membayar hutang kepada Penggugat senilai hutang yang tercatat, serta menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara.