BREAKINGNEWS.CO.ID - Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Penyanyi yang kini tengah  mendekam dibalik jeruji penjara, Saipul Jamil, mendapat remisi atau pemotongan masa tahanan. Saipul Jamil kini mendekam di penjara sebagai warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Lembaga Permasyarakatan Klas 1A Cipinang Jakarta Timur, Andika D Prasetya. Saipul Jamil merupakan satu dari 1.141 orang narapidana yang mendapat remisi, dalam rangka memperingati HUT ke-73 RI.

Kelapa Lembaga Permasyarakatan Klas 1A Cipinang Jakarta Timur Andika D Prasetya mengatakan selain Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), penyanyi Saipul Jamil juga mendapat remisi. Mantan suami Dewi Perssik itu mendapat remisi karena berkelakuan baik.

Pria yang karib disapa Bang Ipul itu menjadi salah satu tahanan yang beruntung mendapat pengurangan masa tahanan karena kontribusinya.

“Iya, Saipul Jamil dapat remisi empat bulan,” ujar Andika saat dihubungi, Jumat (17/8/2018).

Ia menjelaskan, remisi diberikan kepada narapidana yang memenuhi kriteria antara lain berkelakuan baik dan berkontribusi untuk kegiatan di lapas selama menjalani masa hukumannya. "Saipul Jamil ini punya dua prestasi untuk tahun ini. Pertama, dia menjadi koordinator latihan untuk pertunjukan Tari Saman (tarian tradisional Aceh) yang dipentaskan dalam perayaan HUT RI ke-73 tahun ini," jelas Andika.

Selama mendekam di penjara, Saipul Jamil juga berperan membuat pementasan teater parodi di Lapas Cipinang."Kreativitas warga binaan harus diapresiasi. Di sini (lapas) walau mereka tengah menjalani masa hukuman, tidak boleh ada yang berdiam diri, harus berkegiatan," jelas Andika.

Sebagaimana diketahui, pada 31 Juli 2017, Saipul Jamil divonis tiga tahun penjara atas kasus suap terhadap hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Saipul Jamil dinyatakan terbukti memberikan suap kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara melalui panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi sebesar Rp 250 juta.

Uang tersebut diberikan agar majelis hakim yang menangani perkara pencabulan yang sebelumnya menjerat dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara bisa menjatuhkan putusan seringan-ringannya.