BREAKINGNEWS.CO.ID - Sebagai bagian untuk mendukung percepatan pengembangan industri ekonomi kreatif di Tanah Air, Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) kembali membuat program bernama Bekraf Animation Conference 2018 (BEACON). Bila tahun lalu BEACON hanya digelar di kota Bandung, untuk tahun ini BEACON digelar di dua kota yakni Jakarta dan Surabaya dan akan digelar selama dua hari pada 1-2 September 2018.

Wakil Ketua Bekraf, Ricky Pesik menyampaikan, BEACON merupakan sebuah acara yang diselenggarakan oleh Bekraf untuk menjembatani kolaborasi dan interaksi antara para aktor-aktor yang berperan dalam perkembangan animasi di Indonesia, antara lain pelaku animasi nasional, distributor atau TV, agency, investor, pemerintah, dan juga media.

"Melalui acara ini, Bekraf ingin mempertemukan para pelaku industri animasi agar mereka bisa saling berinteraksi, sehingga ke depannya bisa bekerja sama untuk memajukan ekosistem animasi di Indonesia," kata Ricky Pesik, di pembukaan BEACON 2018 di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Sabtu (1/9/2018).

BEACON 2018 akan menghadirkan sejumlah acara mulai dari pameran, talkshow, panel discussion, business link & match, dan juga pemutaran film animasi. Melalui berbagai acara yang dihadirkan, Ricky berharap BEACON bisa menjadi platform kolaborasi antar para aktor yang berperan dalam dunia animasi, sehingga ke depannya akan muncul ide-ide kreatif yang berujung masterpiece baru.

Badan Ekonomi Kreatif.

Untuk Indonesia, animasi adalah salah satu subsektor ekonomi kreatif yang sangat potensial. Data Outlook Ekonomi Kreatif 2017 hasil kerja sama Bekraf – BPS menunjukkan kontribusi subsektor Film, Animasi dan Video mencapai pertumbuhan sangat pesat dengan laju pertumbuhan 6,68 persen pada 2015. Kemudian di 2016, laju pertumbuhan subsektor Film, Animasi dan Video naik menjadi 10,09 persen.

Menurut hasil riset gabungan antara BPS dan BEKRAF yang dilakukan pada tahun 2016, ekonomi kreatif tercatat mampu memberikan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi nasional sebesar Rp 852 trilliun atau sebesar 7,38 persen terhadap PDB nasional di tahun 2015. Selanjutnya di 2016, kontribusinya sudah menembus angka Rp 922,59 trilliun.