BREAKINGNEWS.CO.ID -  Perubahan pola konsumerisme masyarakat karena kemajuan teknologi mengharuskan semua orang atau lembaga untuk selalu siap menghadapi perubahan yang terjadi. Hal tersebut juga menjadi salah satu perhatian BUMN Jasa Raharja yang telah dan terus bertransformasi mengikuti dan menyesuaikan dengan  perkembangan zaman, salah satunya dengan terus  memperbaharui sistem pelayanannya.

Pernyataan itu diungkapkan Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi lnformasi Jasa Raharja Wahyu Wibowo saat gelaran  Media Gathering bertajuk  ‘Transformasi Manajemen Resiko dan Teknologi lnformasi Jasa Raharja’  di Jakarta,  Rabu (13/11/2019). “Jasa Raharja lahir dari amanat masyarakat untuk mengurus kegitan soial yang mengurus tentang kecelakaan yang terjadi di jalan raya, sesuai UU No.34 Tahun 1964”, jelas Wahyu Wibowo.

“Tugas pokok dari Jasa Raharja yang merupakan Badan Usaha Milik Negara ini adalah menyelenggarakan Perlindungan Dasar, sesuai dengan UU Nomor 33 Tahun 1964 Tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang. Ditambah dengan  UU Nomor 34 Tahun 1964 Tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan,”  

Wahyu menambahkan, Jasa Raharja melalui Divisi Teknologi lnformasi dan Komunikasi sebagai penunjang atau role support dalam proses bisnis senantiasa mendukung segala operasional perusahaan dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Saat ini Jasa Raharja telah memiliki aplikasi yang bernama JRku atau Jasa Raharjaku. Aplikasi ini utamanya untuk memberi kemudahan pelayanan. Baik pelayanan keluar (masyarakat) atau pelayanan kedalam untuk pegawai.

“Jasa Raharja telah memiliki aplikasi yang namanya JRku, aplikasi ini fitur utamanya adal untuk mempermudah pelayanan bagi masyarakat. Selain itu juga untuk mempermudah pelayanan kedalem atau pegawai. Juga ditambah dengan fitur fitur pendukung lainnya”, tambah Wahyu Wibowo lagi.

Dengan beberapa dukungan inovasi digital yang dihadirkan secara berkesinambungan dan kontinyu, Jasa Raharja mengklaim telah meningkatkan efektifitas serta efisiensi proses bisnis perusahaan, bahkan dapat menekan biaya operasional secara keseluruhan.

Menurut Wahyu Wibowo, Transformasi digital yang dilakukan Jasa Raharja sudah dilevel tertinggi, jika tolok ukur penilaiannya adalah angka 1 sampai 9, maka Jasa Raharja sudah berada di angka 9.

“Pelayanan Jasa Raharja saat ini,  kalau diukur dengan  skala satu sampai sembilan,  maka kami sudah berada di angka sembilan. Bahkan untuk kawasan Asia Tenggara, kita yang terbaik. Tetapi pencapaian ini tidak lantas membuat kita berpuas diri. Sejauh ini soal urusan penyerahan klaim, Jasa Raharja juga sudah sangat cepat. Bukan lagi hitungan minggu atau hari, tapi sudah hitungan jam, ” tutup  Wahyu Wibowo.

Sampai sekarang, Jasa Raharja mempunyai 1 kantor pusat, 29 kantor cabang, 62 kantor perwakilan, 65 kantor KPJR dan 1285 samsat yang tersebar di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Rata-rata klaim Jasa Raharja sebesar 518 klaim per hari, sementara jumlah  kendaraan sebanyak 263.098 kendaraan per hari, lalu SWDKLLJ 260.397 kendaraan per hari, sementara untuk  iuran Wajib 2.701 kendaraan per hari.

Jasa Raharja juga telah menjalin kerja sama dengan Gojek dengan ditandai telah ditandatanganinya Nota Kesepahaman atau MoU dan dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS), sehingga semua penumpang Go-Car saat ini telah terjamin juga oleh Jasa Raharja,” imbuh Wahyu Wibowo.

Ke depannya Jasa Raharja juga akan menjalin kerja sama dengan perusahaan transportasi online Iainnya, yaitu Grab agar semua penumpang Grab-Car juga dapat terjamin ketika melakukan perjalanan.