BREAKINGNEWS.CO.ID – Tidak kurang dari 1700 ekor hewan sapi, kambing serta domba disebar oleh Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Pusat di 20 provinsi dalam program Kurban Berdayakan Desa pada Idul Adha tahun ini. Jumlah tersebut meningkat 101 persen dibanding program serupa yang dijalankan pada tahun sebelumnya. 

“Hingga hari pertama Idul Adha tahun ini, jumlah hewan kurban tercatat 1700 ekor yang umumnya terdiri dari domba dan kambing, jumlahnya masih mungkin bertambah, karena masa untuk pemotongan masih berlangsung hingga tiga hari ke depan.”

Hal itu disampaikan oleh Ketua Baznas Pusat Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA CA,  Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor yang dilaksanakan Minggu (11/8/2019).

Desa yang tak jauh dari ibu kota tersebut menjadi salah satu titik penyelenggaraan penyembelihan hewan yang diselenggarakan Baznas untuk program ini bersamaan dengan  43 titik penyaluran lain  di 20 provinsi se-Indonesia.

Selain Bambang, ikut hadir Anggota Baznas lain, Prof. Dr. Mundzir Suparta, Wakil Ketua Baznas Kabupaten Bogor, KH Ubaidillah dan Kepala Desa Jabon Mekar, Ana Yuliana.

Bambang mengatakan, penyembelihan hewan kurban dalam program Kurban Berdayakan Desa ini berlangsung hingga hari tasyrik terakhir untuk melayani para Pekurban yang menunaikan ibadahnya di akhir waktu. "Hingga Hari Raya Idul Adha hari ini, masyarakat masih terus menunaikan kurbannya melalui Baznas. Sehingga kami masih membuka layanan melalui berbagai kanal pembayaran yang tersedia," tambah mantan Menteri Keuangan tersebut.

Di Desa Jabon Mekar, sebanyak 44 kambing dan satu sapi disembelih untuk dinikmati oleh 920 Kepala Keluarga (KK) kurang mampu. Warga dari lima Rukun Warga (RW) hadir di lokasi pemotongan hewan kurban untuk menyiapkan daging yang akan dibagikan kepada warga.

Kambing dan sapi kurban yang disembelih hari ini didatangkan dari para peternak desa di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ini sesuai dengan konsep Program Kurban Berdayakan Desa yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui perputaran roda ekonomi yang menguat, peningkatan gizi masyarakat, dan budaya gotong royong yang makin erat. Dengan kesejahteraan yang meningkat, diharapkan dapat berdampak pada meningkatnya  pendidikan bagi masyarakat desa. "Baznas mengembangkan Program Balai Ternak di berbagai daerah sebagai upaya pemberdayaan bagi para peternak desa. Saat ini bukan saja menghasilkan hewan ternak untuk berkurban, namun telah muncul industri-industri turunan seperti usaha pakan ternak, pupuk kompos dan budidaya tanaman hias," katanya.

Dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban di Desa Jabon Mekar ini, Baznas turut memperhatikan aspek lingkungan dengan menghindari penggunaan plastik untuk mengemas daging kurban. "Kami juga menggunakan besek bambu sebagai tempat untuk daging. Selain cinta lingkungan, penggunaan besek bambu ini juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa karena besek ini dibuat langsung oleh Mustahik binaan lembaga kami,"tambahnya.