JAKARTA - Bawaslu Riau bakal memasang gerakan seribu spanduk pesan ustaz Abdul Somad. Dalam spanduk itu, berisi pesan ustaz Somad bahwa money politic (politik uang) adalah haram. "Bawaslu Riau menggandeng ustaz Abdul Somad mensosialisasikan tentang haramnya politik uang melalui gerakan seribu spanduk," kata Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan Lubis, Minggu (6/5/2018).

Rusidi menerangkan, rencana spanduk yang berisikan hukum politik uang menurut ajaran Islam itu, juga akan dipasang dua unit di setiap desa di Riau. "Diharapkan akan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa memberi dan menerima money politic itu hukumnya haram menurut ajaran Islam," kata Rusidi.

Menurut Rusidi, kalau perbuatan atau kegiatan yang menggunakan politik uang yaitu haram lantaran perbuatan suap. "Karena hal tersebut dilakukan oleh paslon maupun tim pemenangnya dengan maksud tujuan untuk terpilihnya pasangan calon sebagai pemenang pada pemilihan nanti," kata Rusidi.

Rencana pemasangan spanduk itu, kata Rusidi, telah mendapatkan persetujuan dari ustaz Abdul Somad. Mengutip isi ceramah pada tablig akbar 11 Februari 2018 di halaman masjid Raya Annur Pekanbaru.

Karenanya, Rusidi mengajak kepada seluruh masyarakat Riau apabila melihat kecurangan dalam bentuk politik segera melapor ke call center Bawaslu Riau. "Di spanduk itu kita ada nomor yang bisa dihubungi 0822 8505 136 atau datang langsung ke kantor Panwas terdekat," kata Rusidi.

Dalam spanduk yang bakal disebar, tampak foto ustaz Abdul Somad di bagian sudut kanan. Di sisi kiri, foto 3 pengurus Bawaslu Riau. Spanduk itu bertuliskan, ' Politik Uang Hukumnya HARAM'.