BREAKINGNEWS.CO.ID- Pihak Kepolisian membongkar kegiatan pabrik rumahan narkotika golongan 1 jenis pil Paracetamol, Caffeine and Carisoprodol (PCC) di Tangerang pada Senin (6/8/2018) lalu. Sepuluh orang ditangkap dalam penggerebekan tersebut. Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendorong Komisi III DPR meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian RI untuk menyita peralatan-peralatan pembuatan narkotika golongan satu tersebut. 
 
"Menindak tegas para pelaku yang memproduksi dan mendistribusikan pil PCC, serta mengusut jaringan peredaran narkoba lain yang mendistribusikan pil PCC dan pihak-pihak yang memasok bahan baku untuk memproduksi pil PCC dari pabrik tersebut," ujar Bambang kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/8/2018). 
 
Bambang pun mengimbau masyarakat untuk turut aktif memerangi peredaran narkotika dengan melaporkan apabila di lingkungannya terdapat aktivitas yang mencurigakan seperti memproduksi narkotika. "Serta meminta para orang tua untuk menjaga dan meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya, mengingat tahun lalu puluhan anak menjadi korban akibat mengkonsumsi pil PCC," tukasnya. 
 
Polisi menyebut bahwa pabrik pil berbahaya PCC yang dioperasikan komplotan Tarlani alias Pak Haji di Tangerang, Banten, dapat memproduksi 30 ribu butir per hari. Pabrik di dalam rumah Pak Haji itu beroperasi sejak awal tahun 2018. 
 
"Untuk bahan baku didapat dari wilayah Jakarta Barat, sementara untuk peredaran wilayah domestik, yakni di beberapa daerah Indonesia seperti Makassar dan Jabodetabek," kata Kepala Polres Bandara Soekarno-Hatta, Komisaris Besar Polisi Victor Togi Tambunan, dalam konferensi pers di kantornya pada Senin, 6 Agustus 2018.
 
Kelompok Pak Haji mendistribusikan obat tablet yang disebut juga dengan pil gila itu melalui jalur udara dengan jaringan yang sudah bekerja sama dengan mereka selama beberapa bulan silam. Keuntungan dari aksi kejahatan mereka ditaksir mencapai miliaran rupiah per bulan.
 
Dalam melancarkan produksinya pun, Tarlani dibantu sang istri yang berinisial SY. Ruangan produksi yang digunakan pun terletak di lantai tiga rumahnya di kompleks Kavling DPR, Kelurahan Kenanga, Cipondoh, Tangerang.
 
Ditemukan sedikitnya 3,175 juta butir pil PCC atau seberat 1,2 ton dengan nilai Rp9 miliar dalam penggerebekan itu. Ditangkap sepuluh orang tersangka dan seorang di antaranya ialah Tarlani, aktor intelektual sekaligus pemilik rumah yang dijadikan pabrik.