BREAKINGNEWS.CO.ID-Dari sepuluh inovasi layanan yang diberikan Kementerian Agama untuk penyelenggaraan haji tahun ini, katering dan pondokan (hotel) tetap menjadi kebutuhan utama bagi jemaah. Di Mekah maupun Madinah, jemaah tinggal di hotel minimal setaraf bintang tiga. Bahkan ada beberapa yang beruntung, bisa menikmati hotel bintang lima.

Untuk katering, pemerintah juga memberikan pelayanan prima. Makanan siap santap diberikan sebanyak 40 kali di Makkah, 18 kali di Madinah dan 16 kali di fase Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) menjadi buktinya. Jemaah dimanjakan dengan menu citarasa nusantara yang tidak asing di lidah.

Tiap hari, menu makan siang dan malam dibuat berbeda. Jenis lauk, sayuran dan buah pun bervariasi. Lauknya, mulai daging sapi lada hitam, ikan patin pesmol, ayam kecap cabai hijau, daging teriyaki, sampai bistik daging sapi.

Bagaimana pendapat jemaah soal layanan yang diterima? “Enak, Mas, mantap!” ujar Purwadi dan Sutiyem kompak, Senin (27/8/2018) malam di kawasan Mahbas Jin, Mekah. Pasutri asal Kendal, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Kloter 84-SOC ini merasa puas dengan layanan yang didapat.

“Hotelnya juga mewah, sangat baik,” imbuh Purwadi. Bahkan, bapak empat anak ini menilai petugas cukup cekatan ketika ada keluhan dari jemaah. “Kemarin saat layanan katering dihentikan, kami dipinjami alat masak,” aku Sutiyem.

Maklum, karena kondisi Makkah yang sangat padat pekan lalu, katering dan transportasi bus salat lima waktu (salawat) di Makkah memang dihentikan sejak H-3 hingga H+2 fase Armuzna. “Tapi kami malah bisa memasak sesuai selera,” tambah Sutiyem. Menurut penuturannya, ia dan suami tak kesulitan mendapatkan bahan baku untuk masak. “Banyak yang jual bahan makanan di sekitar sini,” ujarnya.

Terakhir, keduanya mengaku tidak membawa ponsel pintar. Merasa kangen dengan keluarga, Purwadi meminta izin kepada petugas, “Boleh pinjam HP, Mas?” Petugas pun mengiyakan.

Tak selang lama, keduanya dapat menghubungi anaknya yang berada di Indonesia. Panggilan video berkat sentuhan teknologi seolah memangkas jarak ribuan kilometer antara Makkah dan Tanah Air. Binar-binar bahagia terlihat dari raut keduanya. Sama bahagianya dengan seluruh pihak yang mampu memberikan layanan terbaik kepada jemaah.