BREAKINGNEWS.CO.ID -Seorang artis Ibu Kota kembali terjerat dalam kasus narkoba. Tim Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap artis Duo Molek alias Caca Wulan Sari (CWS). Caca diamankan di sebuah Apartemen di kawasan Jakarta Selatan.

Saat ditangkap polisi Caca sedang mengkonsumsi sabu bersama seorang pria bernama Chandra di  Apartemen Batavia, Jakarta Selatan.

"Kita amankan pada Jumat 11 Januari, saat mereka berduaan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Caca saat dipertemukan dengan media.

Dari penangkapan itu polisi melakukan pengembangan kasusnya. Pasalnya, dari pengakuan kedua pelaku ia mendapatkan barang bukti tersebut dari seorang pria bernama Yahya Ansori Nasution  (YAN) yang dibeli seharga Rp900 ribu.

Satu tim kemudian bergerak ke sebuah hotel di kawasan Jakarta Pusat. Di lokasi ini petugas menciduk Yahya Ansor Nasution berikut barang bukti 5,05 gram sabu tanpa perlawanan. "Tim kami menangkap Yahya Ansori Nasution pada Kamis (10/1)," ungkap Argo.

Caca dan Yahya mengkonsumsi sabu bersama-sama.

Kepada polisi Yahya mengakui barang haram yang dikonsumsi artis Duo Molek alias Caca Wulan Sari (CWS) berasal darinya. Namun ia mengaku barang haram itu diperolehnya dari seseorang yang saat ini masih dikejar polisi.

"Dari pengakuannya, barang bukti didapat dari DPO dan tanggal 9 Januari telah didistribusi ke Chandra dan Caca dan menggunakannya bersama," Argo menjelaskan.

Dari pengugkapan artis Duo Molek alias Caca Wulan Sari (CWS) ini polisi menyita barang bukti berupa satu buah cangklong bekas, sabu seberat 0,466 gram, tutup betol sedotan dan 0,5 butir ekstasi. Adapun dari tangan Yahya Ansori Nasution (YAN) polisi menyita 5,05 gram sabu.

Penangkapan ini dipimpin langsung Kasubdit I Ditnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak. Adapun para tersangka dikenakan pasal 114 atat (1) subsider pasal 112 ayat (1) juncto pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman penjara paling singlat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.