BREAKINGNEWS.CO.ID - Pertemuan Tahunan atau Annual Meeting IMF-Bank Dunia 2018 yang digelar di Nusa Dua, Badung, Bali, menjadi kesempatan Indonesia untuk mengenalkan aspek sosial, seni, budaya, festival, kekhasan Indonesia dan menjadi wadah untuk menyampaikan pandangan dan gagasan Indonesia dalam isu-isu international.

Sebagai tuan rumah, Indonesia berkomitmen menjadikan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia (World Bank) 2018 sebagai ajang mempromosikan Indonesia secara keseluruhan melalui pameran bertajuk Indonesia Pavilion.

Indonesia Pavilion.



Indonesia Pavilion ini merupakan kerja sama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Komunikasi dan Informasi, serta Kementerian Keuangan.

Indonesia Pavilion adalah lokasi yang menampilkan kekhasan Indonesia dari segi pembangunan, bisnis, proyek-proyek strategis nasional, wisata hingga kekayaan seni budaya serta kerajinan tangan khas Indonesia. Indonesia Pavilion yang berlokasi di areal Hotel Westin, Nusa Dua ini dibagi tiga bagian, yaitu pameran seni dan kerajinan, pameran wisata, dan ekspor infrastruktur.

Pada bagian pameran seni dan kerajinan, delegasi dan peserta bisa menyaksikan aneka karya seni dan kerajinan tangan pengrajin Nusantara, mulai dari batik, kain tenun, lukisan, dan kerajinan kayu. Mereka juga belajar tentang sejarah produk, filosofi, dan demo pembuatannya.

Tak hanya itu, berbagai faktor pendukung investasi yang dapat menarik para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia juga ditampilkan dalam showcase hall seluas lebih dari 2.000 meter tersebut.

Staf Khusus I Menteri BUMN, Sahala Lumban Gaol mengatakan, dalam Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 di Nusa Dua, Bali, Indonesia Pavilion dapat menjadi jendela pertama bagi para anggota delegasi yang hadir dalam mengenal Indonesia secara singkat namun dengan informasi yang cukup merepresentasikan segala keunggulan, keindahan dan keunikan Indonesia.

"Konten Indonesia Pavilion akan menyampaikan pesan Nawacita, di situ akan ditampilkan Indonesia in Numbers, dalam rangka rediscover Indonesia supaya orang melihat perkembangan pembangunan Indonesia yang perlu ditonjolkan pembangunan infrastruktur kita dulunya sangat jauh terbelakang, sekarang sudah luar biasa," kata Sahala seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (8/10/2018).

Area Indonesia Pavilion sendiri terbagi dari beberapa ruangan tematik seperti BUMN Hall, Area Workshop, Area Pameran, VIP Lounge, Investment Lounge, dan Stage pavilion/Coffee Shop. Para tamu akan menelusuri setiap ruangan yang punya keunikan masing-masing.

Rangkaian IMF-WB Annual Meeting 2018 sudah dimulai sejak Senin 8 Oktober sampai 14 Oktober mendatang. Pemerintah menyatakan jumlah peserta agenda tersebut membengkak hingga 32.000 orang, dari perkiraan awal 19.000 peserta.