BREAKINGNEWS.CO.ID – Bomber andalan Timnas Prancis dan Atletico Madrid, Antoine Griezmann mengklaim jika dirinya memiliki kans untuk memenangkan gelar individu Ballon d’Or pada 2018. Dengan deretan prestasi dalam setahun terakhir dianggap cukup untuk menjadi modal.

Pada musim 2017/18 lalu memang jadi periode yang indah bagi Griezmann. Meski gagal mempersembahkan gelar LaLiga Spanyol kepada Atletico yang hanya bisa dinis sebagai runner-up, namun sebagai gantinya ia berhasil mempersembahkan trofi Liga Europa. Dengan hasil itu, akhirnya Los Rojiblancos berhak melawan Real Madrid di Piala Super Eropa dan keluar sebagai juara.

Dan ketika membela Perancis di ajang Piala Dunia 2018 lalu striker kidal ini bahkan bisa memberikan trofi bergengsi tersebut untuk kedua kalinya. Selama berlangsungnya ajang tersebut Griezmann tercatat mampu mengantongi tiga gol dan dua assist.

Tak heran jika ia merasa pantas untuk bersaing dengan Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, serta pesepakbola top Eropa lainnya untuk memperebutkan trofi tersebut. Terlebih ia juga merasa pemain Prancis pantas mendapatkannya setelah di nominasi terbaik kategori pria FIFA taka da satupun nama pemain Les Bleus.

“Aku pantas masuk tiga besar. Di 2016 aku kalah di dua final namun kini aku memenangkan tiga sekaligus. Maka dari itu aku memang berhak mendapatkan gelar Ballon d’Or,” ungkap Griezmann seperti dilansir dari L’Equipe.

“Sebuah keanehan tidak ada pemain Perancis di penghargaan FIFA. Padahal kami baru saja jadi juara Piala Dunia. Memang opini layak dihormati namun tetap saja ganjil,” jelas eks pemain Real Sociedad itu.

Sementara itu, rekan satu klub sekaligus kompatriot Griezmann, Lucas Hernandez, berpendapat jika sang penyerang memang berhak mendapatkan Ballon d’Or. Konsistensinya selama ini kerap berbuah trofi untuk Atletico dan Perancis dirasa layak untuk meraih hadiah besar.

“Antoine memang seorang favorit. Jika aku boleh memilih maka aku akan menunjuk dirinya untuk memenangkan Ballon d’Or.” ungkap Lucas seperti dikutip dari France Football.

“Selama dua hingga tiga tahun terakhir ia bisa mempertahankan level tinggi. Ia begitu konsisten. Sejak kalah di final Piala Eropa 2016, Antoine sudah banyak berkembang,” pungkasnya.