BREAKINGNEWS.CO.ID - Siapa yang tidak kenal dengan nama Rahmad Darmawan di kancah sepak bola Indonesia. Pria kelahiran 52 tahun yang lalu itu menjadi salah satu pelatih lokal yang paling disegani di Indonesia. Bukan karena, kedekatannya dengan orang penting, ataupun anak emas dari PSSI, melainkan atas prestasinya yang kerap membawa klub-klub yang dilatihnya keluar sebagai juara.

Persipura Jayapura contohnya, ketika tahun 2005, nama Mutiara Hitam mulai memudar. Namun, RD, begitu sapaan akrabnya, membawa warna baru. Persipura dibawanya menjadi juara Liga Indonesia. Dua tahun berselang, RD menyebrang ke Palembang untuk membesut Sriwijaya FC. Bersama tim Kota Empek-empek itu, RD mengulangi kehebatannya. Laskar Wong Kito ia bawa sebagai juara liga indonesia 2007 setelah menagalahkan PSMS Medan di partai final dengan skor 3-1.

Cerita hebat RD terus berlanjut, bahkan semakin mentereng. Sriwijaya FC menjadi tim Indonesia pertama yang berhasil meraih 2 gelar dalam 1 musim yaitu double winner pada musim kompetisi 2007-2008. Pada final Copa Indonesia 2007 Sriwijaya berhasil menang dengan adu pinalti 3-0, setelah mendapatkan hasil imbang 1-1 Pada tahun 2008, Sriwijaya kembali berhadapan dengan Persipura. Pada saat itu, Persipura melakukan mogok main yang membuat Sriwijaya FC kembali menang untuk ke 2 kalinya. Dan pada tahun 2010 setelah membungkam Arema Indonesia dengan skor 2-1 di Stadion Manahan Solo, membuat Sriwijaya FC menjadi peraih piala copa 3 kali berturut turut.

Dengan deretan prestasi RD bersama Persipura dan Sriwijaya FC, RD pun naik kelas menjadi pelatih Timnas Indonesia. Ia dipercaya menangani Timnas U-23 yang akan berlaga di SEA Games 2011 dan 2013. Pada tahun 2011 Indonesia berhasil membawa medali perak setelah melawan timnas Malaysia dan pada tahun 2013 pun Indonesia kembali mendapat medali perak atas lawannya timas Malaysia.

Atas nama besar RD, dia pun dilirik klub Liga Malaysia. Pada 2017, RD melatih T-Team. Namun, kebersamaan RD dengan timnya itu hanya berjalan satu musim. Karena, T-Team dibubarkan dengan alasan Pemerintah Negara Bagian Terengganu telah mengambil keputusan bahwa, hanya ada satu klub dari Terengganu yang akan bermain di Liga Super Malaysia yang merupakan kompetisi kasta tinggi.

Ketika itu, Terengganu FC dipilih oleh Presiden Asosiasi Sepak Bola Terengganu (TFA), Datuk Seri Ahmad Razif Abd Rahman untuk bermain di Liga Super Malaysia setelah berhasil promosi dari kasta kedua. Alhasil, RD pun kembali ke Indonesia dan dipinang oleh Sriwijaya FC pada awal musim Liga 1 2018. Nasib RD kembali apes. Sebab, Laskar Wong Kito mengalami kesulitan dana. Dia pun memilih mengundurkan diri dengan alasan untuk menjaga stabilitas tim Sriwijaya FC.

Tak butuh waktu lama untuk RD menganggur, dia langsung disambut Mitra Kukar, dan menangani Naga Mekes sejak pekan ke-19 Liga 1 2018. Tugas berat pun harus diterima RD untuk membawa Septian David Maulana dan kawan-kawan beranjak dari papan bawah saat itu. Masuk pekan ke-19, RD memiliki 15 pertandingan bersama Mitra Kukar yang ada di peringkat ke-12 dengan 26 poin. Akan tetapi, jalan RD tak mulus. penampilan Mitra Kukar tak juga membaik. Bahkan, dari 14 laga yang sudah dijalani RD sampai memasuki pekan ke-34 ini, Mitra Kukar hanya berhasil meraih 16 poin. Alhasil, Mitra Kukar baru mengumpulkan 39 poin dan berada di peringkat 14 klasemen Liga 1. Situasi ini membuat Mitra Kukar sama dengan tiga tim di bawahnya masing-masing Perseru, Sriwijaya FC dan PS Tira.

Tragisnya, untuk bertahan di Liga 1 musim depan, RD dan Mitra Kukar harus mengahadapi tim yang sedang kelaparan gelar juara yakni Persija Jakarta. Ditambah, pertandingan pekan ke-34 itu akan digelar di kandang Macan Kemayoran, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu ini (9/12/2018).

Pertaruhan Nama Besar

Dengan sederet prestasinya sebagai salah satu pelatih lokal terbaik. Pertaruhan itu akan dimulai besok. Apakah RD akan tetap dilihat sebagai pelatih istimewa yang mampu menyelamatkan Mitra Kukar dari terkaman Macan lapar. Atau justru sebaliknya. RD pun menyadari, namanya hidup akan selalu ada pasang surut, begitu juga karir, ada saat berprestasi ada pula ketika harus menurun. "Saya percaya sebagai pelatih adalah proses yang panjang, biasa terjadi naik dan turun prestasi yang diraih. Mengenai pertaruhan nama, saya serahkan kepada publik. Akan tetapi, ini akan menjadi pengalaman menarik bagi saya menangani tim sedang berusaha melewati tantangan ini. Motivasi yang saya bangun mengasah selalu optimis bisa sukses dari tim yang saya alami," kata RD, saat sesi jumpa pers sebelum pertandingan melawan Persija, Sabtu (8/12).

Saya datang dan saya bertanggung jawab dengan Mitra Kukar. Saya enjoy, pemain pun pemain demikian. Kalau proses berjalan tidak baik dan kalau akhirnya orang berkata berbeda dan saya harus bertanggung jawab," pungkas RD.