BREAKINGNEWS.CO.ID-Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyangkan masih adanya anak-anak di Jakarta yang masih mengalami gizi buruk. Stunting atau kekurangan gizi adalah salah satu masalah yang paling mendasar yang harus diselesaikan. Di mana prevelensi stunting di perkotaan memang lebih rendah dibanding di pedesaan. Di perkotaan 32 persen dan di pedesaan sampai 42 persen. 

“Tapi yang lebih mengkhawatirkan, di Jakarta meskipun di bawah rata-rata Nasional, kita ini masih 27 persen. Angka ini harus kita kurangi (dan) harusnya di Jakarta sudah tidak ada lagi anak yang stunting,” ujar Anies di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (16/8/2018).

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia 2 tahun.

Sebagai tindak lanjut penanganan masalah stunting, rencananya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan akan membuat program untuk memastikan gizi anak-anak sudah tercukupi maka angka stunting bisa terus ditekan bahkan dihilangkan. Program yang dimaksud itu seperti pemberian makanan tambahan. Namun stunting itu tidak akan berhasil tanpa ikut campur dari peran kedua orang untuk memastikan konsumsi dari asupan anak.

“Sering kita temui kenyataan di lapangan bahwa terkadang kita merasa tinggal di perkotaan, (merasa) makanannya sudah cukup, rasanya aman dari problem stunting, ternyata tidak. Dalam kenyataannya kita harus lebih serius melihat makanan dan asupan yang diberikan kepada anak terutama di 1000 hari pertama kehidupan,” ujar Anies.

Selain pemberian makanan tambahan, Pemprov DKI Jakarta menekankan soal pemberian asi ekslusif selama dua tahun karena dianggap memiliki kebutuhan tinggi untuk pertumbuhan anak sedari dini. Berbagai macam kegiatan lainnya nanti juga akan laksanakan di Jakarta tapi harus kerjakan sama baik pemerintah dan masyarakat. Sebagai ibu kota dari Indonesia, Anies optimis Jakarta bisa bebas stunting.

“Insya Allah nanti ditahun-tahun yang akan datang kita akan lihat statistik lagi. Kalau hari ini di Jakarta tahun-tahun terakhir ini ada 27 persen (kasus stunting), insyaAllah temuan berikutnya lagi, saat itu kita bisa katakan bahwa Jakarta sudah bebas stunting,” pungkas dia.