BREAKINGNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengakui jika Pemprov DKI sebelumnya telah mengusulkan bila pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) fase II hingga wilayah Kota dan Ancol, Jakarta Utara. Sebelumnya MRT fase II, yang dimulai di Bundaran HI, rencananya hanya sampai Kampung Bandan.

"Memang itu adalah usulan dari kami. Pembangunan fase II itu sampai ke Kota, tapi memang kita membicarakan agar bisa sampai ke timur, bisa ke Taman BMW dan juga Ancol," ungkap Anies kepada awak media pada Rabu (7/11/2018).

Disamping itu, Gubernur DKI Jakarta tersebut juga menegaskan usulan itu belum tentu bisa terealisasikan. Hal ini dikarenakan perlu ada pembicaraan lebih lanjut dengan banyak pihak terkait.

"Ya memang itu yang masih dalam pembicaraan kami. Ini belum selesai dibicarakan tapi sudah terlanjur ke publik, kan. Jadi ya ramai jadi pembicaraan," jelas Anies.

Apa yang dikatakan oleh Anies merupakan respons atas pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pada Selasa (6/11/1018) kemarin, kala meninjau proyek MRT di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jokowi menyampaikan jika "nanti pada tahap II, MRT HI sampai ke Ancol, tahun depan plus kami harapkan yang east-west."

Dalam kesempatan itu, Jokowi berkesempatan menjajal transportasi MRT dengan rute HI-Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kala itu, Jokowi didampingi oleh Anies Baswedan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, pejabat lainnya.

"Apa yang sudah direncanakan oleh kami, sudah dipaparkan ke presiden kemarin," tegas Anies.

Selanjutnya, PT MRT Jakarta rencananya melaksanakan pencanangan tiang pertama (groundbreaking) pada Januari 2019 mendatang. Biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp30 triliun.

Tarif MRT Sebesar Rp8.000-Rp9.000

Sebelumnya Presiden Jokowi menyatakan jika tarif Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sebesar Rp8.000-Rp9.000. "Di kereta tadi sudah dibicarakan tarifnya kurang lebih Rp8.000 hingga Rp9.000," buka Jokowi usai turun dari kereta MRT di Depo Lebak Bulus, Jakarta pada Selasa (6/11/2018).

Presiden Jokowi pun menyatakan bila ke depannya MRT harus terintegrasi dengan moda transportasi publik yang lain termasuk LRT, kereta bandara, bus TransJakarta, Kopaja, angkutan kota, dan lainnya.