BREAKINGNEWS.CO.ID - Situasi politik menjelang pilpres 2019 masih didominasi oleh sejumlah intrik di dalamnya. Pernyataan, penilaian, salah satu elite politik masih sering mengandung diksi-diksi berbau provokatif. Rakyat terus dipertontonkan dengan aksi yang saling serang, saling mematikan karakter satu sama lain. Kali ini, hal itu diperagakan oleh Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais dengan Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir.

Diawali oleh Amien Rais yang menyinggung soal kebijakan revolusi mental yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, mental tidak menyangkut moral sehingga revolusi mental tidak menjadikan orang-orang bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk. Amien kemudian menilai rezim yang saat ini memimpin dengan diksi 'Rezim Pekok'. Itu diawali oleh keresahannya soal sejumlah mega proyek yang uangnya berasal dari asing.

"Saya ini sudah hampir 75 (tahun), tapi saya masih loncat ke tronton. Ini karena mumpung masih hidup, mumpung masih ada kesehatan. Kalau kita bisa meruntuhkan rezim yang pekok ini, bagaimana amal salih yang monumental yang bisa kita kerjakan," ujarnya baru baru ini.

"Ada tiga megaproyek yang oleh para taipan, para cukong dan para jongosnya di Jakarta itu mengatakan pasti bisa. Yang pertama, reklamasi Teluk Jakarta, nilainya Rp 300 triliun. Yang kedua, mega proyek Meikarta, Rp 280 triliun. Kemudian kereta api cebong, cepat bohong-bohongan, itu Jakarta-Bandung, itu Rp 90 triliun. Modal paling gede itu dari Beijing," sambung Amien.

Comberan 

Pernyataan Amin pun mengundang perhatian dari petinggi partai koalisi Jokowi. Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir membalas Amien dengan sebutan politikus comberan. Inas mengungkapkan, dirinya tak salah mengatakan Amien sebagai politikus comberan. Sebab dia ngomong asal jeplak sesuka hatinya saja," ujar Inas, Senin (17/12/2018).

Terkait pernyataan Amien soal revolusi mental, Inas menilai Amien tidak memahami 'mental' yang dimaksud dalam revolusi mental itu sendiri. Bahwa, mental lebih luas dari pada moral. "Karena mental adalah kapasitas psikologis orang dalam merespons problem-problem kehidupan, di mana moral membutuhkan kapasitas pslikologis untuk membedakan yang benar dan yang baik," katanya.

Inas pun menyebut Amien Rais bermental tipis dan bermoral. Sebab, Amien dinilainya sengaja membodohi masyarakat dengan mengaitkan mega proyek Meikarta dengan pemerintahan Jokowi. Amien Rais sendiri masih memilik utang janji yang pernah ia ucapkan pada Pilpres 2014, seperti mau jalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta jika Jokowi menjadi presiden.