BREAKINGNEWS.CO.ID -Persyaratan yang ditetapkan oleh pemimpin Tahta Suci Vatikan, Pau Fransiskus, yang diminta menengahi kemelut di negara Venezuela, siap dipenuhi oleh Ketua Majelis Nasional Venezuela, Juan Guaido. Dia berharap seluruh pihak mau membantu supaya masalah di negaranya segera berlalu.

"Saya mengetuk semua pihak, termasuk Paus Fransiskus, dan siapapun yang rela menolong kami, segenap kekuatan diplomasi di dunia harus bersatu untuk mengakhiri penderitaan ini, dan semoga pemilihan umum yang bebas dan jujur segera bisa digelar di Venezuela," kata Guaido, seperti dilansir Associated Press, Jumat (8/2/2019).

Paus Fransiskus menyatakan dirinya bersedia menjadi penengah krisis politik di Venezuela dengan persyaratan seluruh pihak yang bersengketa, seperti Guaido dan Presiden Nicolas Maduro mau menerima syarat yang diajukannya. Dia meminta keduanya terlebih dulu berbaikan sebelum berlanjut ke tahap selanjutnya.

Paus Fransiskus menyatakan apabila dirinya didaulat menjadi penengah dalam konflik politik di Venezuela, maka hal itu hanyalah formalitas. Dia berharap langkah perdamaian awal harus digagas oleh negara-negara lain. "Mencoba mendekatkan satu dengan lainnya untuk memulai proses dialog," ujar Paus Fransiskus.

Di sisi lain, arus bantuan terus dikirim ke Venezuela. Pemerintah Puerto Riko menyatakan mereka turut mengirim bahan makanan serta obat-obatan senilai 20 juta dolar AS atau sekitar 283,7 miliar rupiah. Walaupun demikian, pengiriman bantuan itu dirahasiakan. Hal itu untuk menghindari terhambatnya penyerahan bantuan, seperti yang terjadi dari Amerika Serikat, yang ditahan oleh angkatan bersenjata Venezuela.

"Ini misi yang rumit dan kami tidak bisa merincinya. Kami harus tetap menjaga hal ini tetap rahasia," kata Menteri Luar Negeri Puerto Rico, Ana Santos Pico. Krisis politik berkepanjangan di Venezuela terjadi karena Maduro tak kunjung mewujudkan janjinya menggelar pemilihan umum yang demokratis. Alhasil, Guaido yang menjadi pemimpin legislatif mendadak secara aklamasi menyatakan sebagai presiden interim. Guaido bahkan merayu angkatan bersenjata yang loyal terhadap Maduro untuk mengalihkan dukungan, dengan klaim bakal diberi pengampunan.