JAKARTA - Serangkaian aksi protes anti-Cina berlangsung di Vietnam sejak akhir pekan lalu hingga Rabu (13/6/2018), mengakibatkan sedikitnya 100 demonstran ditahan oleh pihak berwenang setempat. Aksi protes tersebut bermula pada Sabtu (9/6/2018) di sebuah pabrik sepatu Taiwan, Pou Yuen, di Ho Chi Minh, di mana para pekerja menolak rencana pemerintah untuk membangun tiga zona ekonomi baru yang mengizinkan konsesi selama 99 tahun. Walaupun pemerintah tidak merinci pihak yang akan menanamkan investasi di zona tersebut, para pengunjuk rasa khawatir wilayah itu akan didominasi oleh kepentingan Cina.

"Hubungan antara Vietnam dan otoritas Cina semakin terlihat setiap hari, dan membuat masyarakat frustrasi dan marah," ujar presiden Gerakan Buruh Viet, Do Thi Minh Hanh, kepada South Cina Morning Post.  Sejak saat itu, protes meluas hingga Provinsi Binh Thuan, di mana unjuk rasa berakhir ricuh pada Minggu (10/6/2018) lalu. Majelis Nasional pun mengambil keputusan untuk mempertimbangkan kembali pembentukan tiga zona ekonomi baru tersebut.

Anti Cina 

Meskipun demikian, para pekerja masih terus menyelenggarakan aksi hingga Rabu. Di depan Taman Industri Tan Huong, para demonstran mengacungkan poster bertuliskan, "Saya cinta tanah air! Jangan biarkan Cina mengambil tempat kita!." Kedutaan Besar Cina di Hanoi merilis peringatan agar warganya yang berada di Vietnam selalu waspada terhadap aksi protes "ilegal" dengan "konten anti-Cina" itu. Rangkaian unjuk rasa ini dianggap membuat hubungan Vietnam serta Cina jadi tambah tegang di tengah sengketa lahan di Laut Cina Selatan.

Pada April lalu, kementerian luar negeri kedua negara bertemu di Hanoi dan sepakat untuk membicarakan sengketa itu secara damai. Akan tetapi bulan lalu, Hanoi meminta Beijing menarik semua peralatan militer yang dilaporkan sudah berada di pulau buatan Cina di wilayah sengketa di Laut Cina Selatan. Permasalahan di LCS ini juga sempat menimbulkan gelombang aksi protes anti-Cina di Vietnam pada 2014, setelah Beijing mengerahkan alat pengebor minyak di lahan sengketa.