Tag : Setya Novanto

Drs. Setya Novanto, Ak. (lahir di Bandung, 12 November 1954; umur 62 tahun) adalah politikus asal Jawa Barat, Indonesia yang diusung oleh Partai Golkar. Ia menjabat Ketua DPR RI periode 2014—2019, dan telah menjadi anggota DPR RI sejak 1999 hingga masa jabatan 2019 (tanpa putus) sebagai perwakilan Golkar dari dapil Nusa Tenggara Timur Dua, yang meliputi wilayah Pulau Timor, Rote, Sabu, dan Sumba. Namun pada tanggal 16 Desember 2015, Ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI . Ia juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar periode 2009-2014. Saat ini, Ia menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2016-2019.

Awal kehidupan dan pendidikan


Setya Novanto lahir pada 12 November 1955 di Bandung, Jawa Barat dari pasangan Sewondo Mangunratsongko dan Julia Maria Sulastri. Pada tahun 1967, ia meninggalkan Bandung dan bermukim di Jakarta dan melanjutkan sekolah dasarnya di SD Negeri 6 Jakarta. Orang tuanya bercerai saat ia masih duduk di Sekolah Dasar. Di Jakarta ia menempuh pendidikan di SMPN 73 Tebet, Jakarta Selatan. Ia kemudian melanjutkan pendidikan menengah di SMA 9 (kini disebut SMAN 70) Pada masa SMA ia bertemu dengan Hayono Isman (mantan Menteri Pemuda dan Olahraga kabinet Presiden Soeharto) yang dikemudian hari menjadi titik tolak upaya politiknya. Selepas SMA ia melanjutkan kuliah di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya.

Pendidikan tinggi dan pekerjaan awal


Saat kuliah di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Setya dinyatakan memiliki banyak pekerjaan selama bermukim di kota tersebut. Ia mulai dari berjualan beras dan madu modal Rp82.500 dan memulai dengan kulakan tiga kuintal beras hingga bisa berjualan beras sampai dua truk yang langsung diambil dari pusatnya di Lamongan. Saat itu ia juga punya kios di pasar Keputren, Surabaya namun usaha tersebut tak bertahan lama dan predikat juragan beras ditanggalkannya karena mitra usahanya mulai tidak jujur. Ia mendirikan CV Mandar Teguh bersama putra Direktur Bank BRI Surabaya, Hartawan, dan pada saat yang sama ia ditawari bekerja menjual mobil salesman Suzuki untuk Indonesia Bagian Timur. Ia mengiyakannya dan memilih membubarkan CV yang didirikannya. Berkat kepiawaiannya menjual, pada usia 22 tahun dan Setya tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Widya Mandala Surabaya yang menjadi Kepala Penjualan Mobil untuk wilayah Indonesia Bagian Timur. Setya pun pernah menjadi model, dan terpilih jadi pria tampan Surabaya (1975). Dimasa masa ini Setya Novanto dikenal sebagai orang yang ulet dan banyak sahabat. Selepas kuliah di Widya Mandala, Setya bekerja untuk PT Aninda Cipta Perdana yang bergerak sebagai perusahaan penyalur pupuk PT Petrokimia Gresik untuk wilayah Surabaya dan Nusa Tenggara Timur. PT Aninda dimiliki oleh Hayono Isman, teman sekelas Setya di SMA Negeri 9 Jakarta. Pertemanan dengan Hayono Isman inilah yang menjadi awal mula persinggungan Setya dengan dunia politik. Kembali ke Jakarta pada tahun 1982, Setya meneruskan kuliah jurusan akuntansi di Universitas Trisakti. Selama kuliah ia tinggal di rumah teman dan atasannya, Hayono, di Menteng, Jakarta dan tetap bekerja di PT Aninda Cipta Perdana. Selain menjadi staf, ia juga mengurus kebun, menyapu, mengepel, hingga menyuci mobil dan menjadi sopir pribadi keluarga Hayono. Semasa kuliah Setya diingat oleh temannya sebagai seseorang yang rapi dan rajin, namun minim kegiatan sosial dan politik saat mahasiswa. Sebagai pengusaha, ia dikenal sebagai salah satu binaan konglomerat Sudwikatmono dan oleh Sudwikatmono, Setya diakui memiliki kemampuan lobi diatas rata rata walaupun kurang matang. Dalam wawancaranya dengan Majalah SWA ditahun 1999 Setya mengaku,

“ Sudwikatmono adalah pembina usaha saya, Hayono Isman membina saya dalam politik, dan Wismoyo Arismunandar membina wawasan pengabdian pada bangsa dan negara.


Bisnis dan politik


Setya memulai kiprahnya di bidang politik sebagai kader Kosgoro ditahun 1974.[9] Ia menjalin kedekatan erat dengan Hayono Isman yang telah dikenalnya ketika sama-sama menjadi siswa SMA IX Jakarta.[9] Setya Novanto pun menjadi Anggota Golkar, dan menjadi Anggota DPR Fraksi Golkar berturut-turut 6 periode tanpa putus sejak 1999 sampai 2016 saat ini.

Setya Novanto terpilih dalam pencalonan Ketua DPR RI Periode 2014 - 2019 dari Partai Golkar dalam sistem paket bersama Koalisi Merah Putih. Pada tanggal 2 Oktober 2014, ia terpilih sebagai Ketua DPR RI.

Pada saat kasus pencatutatan nama Freeport, Setya Novanto mengundurkan diri tepat saat Mahkamah Kehormatan Dewan DPR akan memutuskan pelanggaran kode etik. Setya Novanto digantikan oleh Ade Komarudin (Ketua Fraksi Golkar DPR 2014-2019). Setya Novanto ditunjuk Aburizal Bakrie sebagai Ketua Fraksi Golkar pengganti Ade.

Saat terjadi Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar 2016 yang terjadi karena kisruh internal Partai Golkar yang sudah terjadi selama 1,5 tahun, Setya Novanto mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Golkar. Ada 8 Calon total Caketum Golkar yang mengikuti Munaslub ini. Pada pemungutan suara tahap 1 yang dilakukan secara voting tertutup, Setya Novanto mengantungi suara sebesar 277 suara dan Ade Komarudin mendapat suara terbanyak kedua sebesar 173 suara.

Tepat saat akan memulai pemungutan suara tahap 2 yang hanya diikuti 2 caketum pemeroleh suara minimal 30%, Akom menyatakan tidak akan melanjutkan pemilihan dan mendukung Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar yang baru. Munaslub akhirnya mengesahkan Setya Novanto secara resmi sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar 2016-2019. Idrus Marham kembali ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar. Sementara posisi Bendahara Umum dijabat oleh Robert Kardinal. Nurdin Halid yang menjabat sebagai Ketua Steering Committee Munaslub ditunjuk sebagai Ketua Harian Partai Golkar. Penunjukan ketiganya dilakukan dalam rapat di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (17/5/2016). Setya Novanto pun akan mengundurkan diri dari Ketua Fraksi DPR.

"Golkar akan bekerja sama dengan pemerintah. Kami akan mendukung program pemerintah," kata Novanto usai terpilih dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, Rabu (17/5). Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar memutuskan partai berlambang pohon beringin itu keluar dari Koalisi Merah Putih sehingga membatalkan/menganulir hasil Munas 2014.

Kehidupan pribadi


Setya menikah dengan Luciana Lily Herliyanti, putri dari Brigadir Jenderal Sudharsono (mantan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat). Dari pernikahan ini ia memiliki dua anak yaitu Rheza Herwindo dan Dwina Michaella. Ia kemudian bercerai dengan Luciana Lily dan menikah dengan Deisti Astriani Tagor dan memiliki dua anak yaitu Giovanno Farrel Novanto dan Gavriel Putranto. Deisti mengaku bahwa suaminya begitu sibuknya sehingga saat saat bersama yang mereka rutin lakukan adalah berdiskusi di kamar mandi. Karena ditempat lain ia kerap menerima tamu dan telepon.

Riwayat pendidikan


Universitas Trisakti Jakarta, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi Management (1983)
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi (1979)
SMA Negeri 9 Jakarta (1970 - 1973)
SMP Negeri 73 Tebet Jakarta (1967 - 1970)
SD Negeri 5 Bandung
TK Dewi Sartika Bandung

Riwayat pekerjaan


CV. Mandar Teguh - Pendiri
PT. Sinar Mas Galaxi - Sales, Kepala Penjualan mobil wilayah Indonesia Timur
Pendiri pompa bensin
Pendiri PT Obor Swastika (Peternakan)
PT. Era Giat Prima - Direktur Utama
Pedagang Beras (1974-1974)
Tee Box Cafe & Resto Jakarta - Founder & Pemilik (1987-Sekarang)
PT. Nagoya Plaza Hotel, Batam - Presiden Komisaris (1987–2004)
PT. Dwisetya Indo Lestari, Batam - Komisaris (1987–2004)
PT. Bukit Granit Mining Mandiri, Batam - Komisaris Utama (1990 - 2004)
PT. Citra Permatasakti Persada - Direktur Umum (1991)
PT. Multi Dwimakmur - Komisaris (1991)
PT. Multi Dwisentosa - Komisaris (1991)
PT. Bina Bayangkara - Komisaris (1991)
PT. Orienta Sari Mahkota - Komisaris Utama (1992–2003)
PT. Menara Wenang, Jakarta - Komisaris (1992–2003)
PT. Solusindo Mitra Sejati, Jakarta - Komisaris (1992–96)
PT. Dwimarunda Makmur, Jakarta - Direktur (1992–2000)
PT. Bogamakmur Arthawijaya, Jakarta - Komisaris (1996–sekarang)
NOVA GROUP, Jakarta - Presiden Komisaris (1998–2004)
PT. Mulia Intan Lestari, Jakarta - Presiden Direktur (1999 - 2000)
Anggota DPR-RI dari Partai Golkar (1999–2004, 2004–09, 2009—14, 2014—19)
Badan Anggaran DPR-RI
Ketua Fraksi Partai Golkar (2009—sekarang)
Ketua DPR-RI (2014–15, 2016–sekarang).

Pengalaman Organisasi


Sekretaris Koordinator Bidang Pendidikan DPP Partai Golkar
Bendahara Badan Pengendali Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP Partai Golkar
Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)
Pembina Golf Putra Putri ABRI
Wakil Ketua Yayasan Ki Hajar Dewantara
Ketua Umum DPP Badan Musyawarah Pengusaha Swasta (Bamusha) Kosgoro
Ketua Umum Yayasan Bina Generasi Bangsa
Ketua DPP GM Kosgoro (1990–94)
Tim Pokja pertanggungjawaban DPP Golkar (1993-1998)
Anggota Young President Organization (YPO) (1994)
Wakil Sekjen Forum Pertemuan Asosiasi Pengusaha (FPAP) (1994–98)
Bendahara Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (1994–98)
Anggota Pembina Lapangan Golf di Pulau Batam (1994–97)
Bendahara Lemkasi (1995–97)
Anggota Pembinaan Olahraga Generasi Muda Kosgoro (1995–96)
Ketua Umum Bamuhas Kosgoro (1995–96)
Bendahara KONI Pusat (1995–99)
Bendahara Umum SEA Games XXVI (1996)
Wakil Bendahara PON XIV (1996)
Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Trisakti (1996–2000)
Bendahara Umum Proyek SEA Games XIV (1997)
Bendahara Umum Olympic Games XXVI (1998)
Wakil Bendahara Partai Golkar (1998–2003)
Wakil Bendahara DPP Partai Golkar (1998–2004)
Tim 13 Munaslub DPP Golkar (1998)
Bendahara Bappilu DPP Partai Golkar (1999)
Bendahara Tim Olimpiade Atlanta, AS (1999)
Bendahara KONI Pusat (1999–2003)
Bendahara Umum PPK Kosgoro 1957
Bendahara Umum DPP Partai Golkar (2009–13)
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar (2015-2016) (Versi Munas Bali 2015)
Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat (2015–16)

Penghargaan


Indonesian Culture Award on ASEAN Program (1993)
Indonesian Best Dressed Award (1993)
ASEAN Entreprenuer Award (1993)
Indonesian Culture Award on ASEAN Program (1994)
Indonesian Year Books (1998)

News

KPK Akan Hadirkan Dua Ahli Dalam Sidang Praperadilan Setya Novanto

Wira , Senin, 11/12/17 23:50 WIB

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadirkan dua saksi ahli hukum pidana dalam sidang lanjutan praperadilan Setya Novanto atas status tersangkanya dalam kasus korupsi e-KTP. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah...

News

KPK Putar Video Andi Narogong di Sidang Praperadilan Setya Novanto

Wira , Senin, 11/12/17 22:46 WIB

Jajarta - Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar video rekaman pemeriksaan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam sidang praperadilan Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin (11/12/2017).


...
News

Fadli Zon Jabat Pelaksana Tugas Ketua DPR

Ryan , Senin, 11/12/17 21:04 WIB

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Bidang Politik dan Keamanan Fadli Zon ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPR. Fadli bakal menjabat menjadi Plt Ketua DPR hingga terpilih Ketua DPR secara definitif....

News

Nur Basuki: Persidangan Tipikor Tidak Menggugurkan Sidang Praperadilan

Wira , Senin, 11/12/17 20:45 WIB

Jakarta - Ahli hukum Universitas Airlangga, Nur Basuki Minarno, menilai pelimpahan berkas perkara Setya Novanto ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi tidak akan menggugurkan praperadilan penetapan tersangka kasus korupsi proyek kartu tanda...

News

Didukung Golkar Se-Jabar dan DKI Jadi Ketum, Airlangga: Saatnya Perubahan

Ryan , Senin, 11/12/17 20:39 WIB

BEKASI - Sebanyak 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar di Jawa Barat serta DKI Jakarta memberi dukungan kepada Airlangga Hartato menjadi kandidat kuat Ketua Umum DPP Partai Golkar. Dukungan ini dapat...

News

Ditolak 50 Fraksi Golkar Jadi Ketua DPR, Ini Tanggapan Aziz Syamsuddin

Ryan , Senin, 11/12/17 20:19 WIB

JAKARTA - Politisi Partai Golkar Aziz Syamsuddin tidak mempersoalkan terdapatnya 50 anggota Fraksi Partai Golkar yang menolak dirinya ditunjuk jadi pengganti Setya Novanto di kursi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

News

Mudzakir : Penetapan Kembali Jadi Tersangka Harus Ada Bukti Baru

Wira , Senin, 11/12/17 17:57 WIB

Jakarta - Ahli hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia, Prof. Dr. Mudzakir, menilai, penetapan tersangka kembali yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Setya Novanto harus didasarkan adanya bukti baru. Mudzakir...

News

Ini Alasan Setya Novanto Tunjuk Aziz Syamsudin Menjadi Ketua DPR

Holang , Senin, 11/12/17 16:59 WIB

Politisi Golkar, Aziz Syamsudin mengatakan, Setya Novanto menunjuk dirinya sebagai Ketua DPR RI dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

News

Surat Pengunduran Diri Setya Novanto Akan Dibacakan di Sidang Paripurna

Holang , Senin, 11/12/17 16:42 WIB

Rapat Badan Musyawarah (Bamus) pimpinan DPR RI terkait pengunduran diri Setya Novanto dari Ketua DPR RI. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Aziz Syamsudin mengatakan, surat pengunduran diri Setya Novanto tersebut...

News

Usai Rapat Bamus, Aziz Syamsuddin Belum Dilantik Jadi Ketua DPR

Ryan , Senin, 11/12/17 16:02 WIB

JAKARTA - Rapat Badan Musyawarah DPR antara pimpinan DPR serta 10 Fraksi di DPR telah selesai. Rapat yang membicarakan masalah pengunduran diri Setya Novanto dari kursi ketua DPR serta penunjukan Aziz Syamsuddin...

News

Aziz Syamsuddin Jadi Ketua DPR, Begini Tanggapan Mendagri

Ryan , Senin, 11/12/17 14:28 WIB

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebutkan pemerintah mengikuti apa pun kesepakatan mengenai pergantian ketua DPR. Tjahjo mengatakan pergantian itu mempunyai mekanisme tersendiri. "Pemerintah ikut mekanisme yang ada di DPR....

News

Ahli Hukum Pidana: KPK Merampas Hak Setya Novanto

Wira , Senin, 11/12/17 14:15 WIB

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap merampas hak Setya Novanto yang sedang memperjuangkan keadilan melalui sidang praperadilan. Hal itu terjadi karena KPK tidak menghormati proses praperadilan yang sudah berjalan sebelum...