BREAKINGNEWS.CO.ID-Kroasia akan menghadapi Prancis di final Piala Dunia 2018, Minggu (14/72018) malam di Luzhniki Stadium. Di stadion terbesar Rusia ini pula Kroasia sudah membuat sejarah dengan merengkuh tempatnya di laga final setelah menghempaskan Inggris 2-1 pada semifinal yang digelar Kamis (12/7) dini hari WIB tadi. Mungkinkah Kroasia mampu mengukir sejarah yang lebih bermakna lagi, yakni merenggut gelar juara di Piala Dunia ke-21 ini?

Kroasia adalah negara terkecil untuk mencapai Final Piala Dunia sejak Uruguay pada 1950, serta peringkat terendah yang pernah (20) menembus babak final. Dengan populasi 4.000.000 orang, tentu saja ini memang sebuah pencapaian yang luar biasa.

Laga final Piala Dunia 2018 ini sekaligus menjadi pertemuan keenam antara Kroasia dan Prancis. Les Blues memenangkan tiga pertandingan di antaranya, sementara dua lainnya berakhir imbang. Dengan demikian Kroasia belum pernah memetik kemenangan.


Pertemuan perdana Kroasia vs Prancis terjadi di semifinal Piala Dunia 1998 yang dilansungkan di Prancis. Les Bleus menang 2-1, dan maju ke final, yang mereka menangkan atas Brasil 3-0 di Paris. Kedua tim terakhir berhadapan pada 29 Maret 2011 dalam pertandingan persahabatan internasional, tetapi hasilnya imbang 0-0.

Pada debutnya di Piala Dunia 1998 itu, setelah menyerah 1-2 pada Prancis di babak semifinal, Kroasia akhirnya merebut peringkat ketiga setelah mengalahkan Belanda 2-1. Pencapaian itu melambungkan Kroasia dari peringkat 125 dunia ke posisi ketiga di peringkat FIFA. Dari tim ini ditata generasi emas Kroasia.

Dari perjalanannya yang memukau sejak babak kualifikasi Piala Dunia 2018 ini, di mana Vatreni-julukan Kroasia- belum terkalahkan kini Kroasia memiliki peluang untuk merebut gelar juara.  Tim ini bermain dalam bayangan skuad 1998, tetapi tampaknya itu justru menginspirasi para pemainnya. Bek Vedran Corluka mengatakan: “Kami sudah melewati babak semifinal, dan final pertama dalam sejarah. Ini sangat istimewa untuk kita."


Zlatko Dalic, pelatih Kroasia, mengilas balik ke 1998 pada debut Kroasia di Piala Dunia. "Pada 1998 itu saya berada di Prancis dan menyaksikan langsung tiga pertandingan Kroasia. Saya hadir sebagai pendukung fanatik tim. Semua orang di Kroasia mengingat pertandingan itu, ketika Lilian Thuram mencetak gol dan kami kalah 2-1. Itu telah menjadi topik diskusi selama 20 tahun terakhir. Saya ingat ketika kami merayakan gol dari Davor Suker yang membuat kami sempat memimpin 1-0," papar Zlatko Dalic.

Dalic memuji penampilan para pemainnya di laga semifinal dengan Inggris. "Apa yang dilakukan para pemain kami hari ini, kekuatan yang mereka tunjukkan, stamina, tingkat energi, sangat luar biasa," katanya pada FIFA.com. "Saya ingin melaklukan pergantian pemain, tetapi tidak ada yang ingin digantikan, sepertinya semua pemain terus mengatakan 'saya siap, saya bisa berlari'," tuturnya.

Dalic mengatakan, menjelang laga semifinal itu, beberapa pemain sebenarnya mengalami cedera ringan, tetapi mereka sangat ingin bermain. "Tidak ada yang mau menyerah ketika saya sedang mempersiapkan sebelas pertama (starting XI). Tidak ada yang ingin mengatakan saya tidak siap, saat perpanjangan waktu. Tidak ada yang ingin digantikan. Ini menunjukkan karakter dan apa yang membuat saya bangga. Tidak ada yang menyerah," Zlatko Dalic menjabarkan.