JAKARTA - Adanya konflik internal di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membuat kadernya berpencar untuk bergabung dengan partai lain. Sebut saja seperti Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung). Dirinya dikabarkan akan bergabung dengan salah satu partai peserta pemilu 2019 yakni Partai Bulan Bintang (PBB). Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra pun membenarkan hal tersebut. "(Lulung bakal bergabung) Insyaallah demikian, juga Habil Marati (Politikus PPP)," katanya, Senin (16/4/2018).

Yusril mengungkapkan jika beberapa kader PPP tersebut ingin hengkang karena tidak bisa menerima keputusan partai berlambang ka'bah tersebut terkait dukungannya di Pilkada DKI 2017 lalu. Sehingga keputusan tersebut juga mengarah pada koalisi Pilpres 2019 mendatang. "Ini bukan soal ajak mengajak, tetapi timbulnya kesadaran di kalangan rekan-rekan politisi dan aktivis PPP untuk bergabung ke PBB setelah partai itu mengalami konflik internal berkepanjangan. Ada pula yang merasa kurang dapat menerima kebijakan politik partai, baik dalam Pilgub DKI Jakarta yang lalu maupun arah koalisi dalam pilpres yang akan datang," ucap Yusril.

Menurutnya, PBB dianggap sebagai partai yang lebih jelas warna Islam dan warna kebangsaannya. Selain itu, dirinya juga mengatakan jika yang akan bergabung dengan PBB merupakan tokoh dari dua kubu PPP yang bertikai. "Kawan-kawan tersebut kemudian melihat PBB sebagai partai yang lebih jelas warna Islam dan warna kebangsaannya serta idealismenya dalam membela Islam, membela rakyat, dan membela NKRI. Sehingga kawan-kawan itu memilih untuk hijrah ke PBB," ujarnya. "Yang gabung ke PBB ini adalah tokoh-tokoh teras yang berasal dari kedua kubu yang bertikai itu. Jadi kira-kira hijrahnya kawan-kawan itu ibarat pepatah yang mengatakan 'kata berjawab, gayung bersambut' begitulah," sambungnya.

Yusril juga mengatakan jika keanggotaan para kader PPP yang akan berlabuh di PBB saat ini sedang diorises. Keinginan untuk bergabung pun telah diungkapkan oleh masing-masing tokoh tersebut kepada dirinya. "Kalau resmi diartikan sudah punya kartu tanda anggota PBB, semua masih dalam proses. Namun keinginan untuk bergabung sudah dikemukakan kepada saya maupun kepada teman-teman yang lain. Habil Marati sudah tegas mengatakan demikian. Haji Lulung saya belum bertemu langsung tetapi melalui rekan-rekan PPP dan PBB yang lain," jelas Yusril.

Selain itu, komunikasi melalui sambungan telepon dengan Lulung, kata Yusril juga telah dilakukan soal rencananya bergabung ke PBB. Namun, diakuinya, keduanya belum bertemu secara langsung terkait dengan kepandihan tersebut. "Ya, melalui telepon beliau sudah mengatakan demikian. Hanya mungkin beliau sangat sibuk, saya pun demikian sehingga belum bertemu langsung," ungkapnya.