JAKARTA - Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Yahya Staquf mengunjungi Yerusalem, perihal tersebut mendapatkan kecaman dari Otoritas Palestina. Melalu Kementerian Luar Negeri Palestina, menyatakan bahwa acara yang dihadiri Yahya Staquf merupakan bagian dari kampanye Israel, bertujuan untuk memberi citra beradab dan damai, padahal selama beberapa dekade, Israel sudah menindas rakyat Palestina baik itu Muslim maupun Kristiani.

Delegasi cendekiawan Indonesia dari Nadhlatul Ulama dipimpin Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Jenderal NU menghadiri AJC Global Forum di Yerusalem pada 10-13 Juni 2018. Dalam pernyataan yang dirilis di situs Kementerian Luar Negeri Palestina, www. mofa. pna. ps, disebutkan bahwa Yahya juga akan berkunjung ke Benteng Yerusalem di Kota Tua Yerusalem pada 14 Juni 2018. "Itu merupakan pelanggaran hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa terkait," kata Kemenlu Palestina, Selasa (12/6/2018).

Otoritas Palestina menganggap walaupun kehadiran delegasi Yahya Staquf ke acara tersebut mewakili 'pribadi' serta tidak akan berdampak pada hubungan bilateral dengan Indonesia akan tetapi hal tersebut menjadi pukulan, tidak hanya untuk Palestina serta Yerusalem, tetapi juga Indonesia. Sebagai negara muslim terbesar yang selalu membela Yerusalem dan beberapa isu Palestina.

"Partisipasi delegasi berlawanan dengan posisi pemerintah Indonesia dan rakyat Indonesia yang bersahabat yang selalu menyampaikan penolakan mereka atas penjajahan Israel," kata Kemlu Palestina. Disebutkan pula Otoritas Palestina akan tetap menghargai pemerintah dan rakyat Indonesia. "Staquf seharusnya mengunjungi Yerusalem di bawah bendera Palestina, dan berkoordinasi dengan pihak Palestina serta lembaga-lembaga keagamaan Islam dan Kristen di Palestina," kata Kemlu Palestina.

Lawatan Yahya Staquf dilakukan di tengah tindakan keras tentara Israel yang melibas demonstran Palestina di Jalur Gaza mulai sejak 30 Maret 2018 lalu. Lebih dari 120 warga Palestina tewas dan 3.700 lainnya luka-luka oleh tentara Israel.

Pemerintah Israel dan Amerika Serikat menuding Hamas sebagai penyebab kekerasan di Jalur Gaza. AS juga sudah memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengecam aksi kekerasan dan menyerukan perlindungan bagi warga Palestina di Jalur Gaza. Resolusi serupa akan diajukan ke Majelis Umum PBB pada Rabu (13/6). Tidak hanya menjabat sebagai Sekjen PBNU, Yahya Staquf juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Presiden RI, Joko Widodo juga sudah menyatakan lawatan Yahya Staquf merupakan kunjungan pribadi.