BREAKINGNEWS.CO.ID - Presiden Cina, Xi Jinping tanpa basa-basi mengatakan kepada  Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat, James Mattis di Beijing kalau negaranya akan mempertahankan 'setiap inci wilayah' di Samudera Pasifik. "Sikap kami tegas dan jelas soal kedaulatan dan integritas teritorial Cina," kata Xi dalam laporan media pemerintah pada Kamis (28/6/2018). "Setiap inci wilayah yang diturunkan dari leluhur kami tidak boleh sampai hilang ketika kami tidak menuntut apa-apa dari pihak lain.

Pertemuan Mattis dan Xi dilakukan di tengah ketegangan Washington serta Beijing akibat perang dagang dan aktivitas militer masing-masing negara yang memicu kecurigaan dan kewaspadaan. Dia merupakan kepala Pentagon pertama yang melakukan kunjungan ke Cina sejak 2014. Mattis juga bertemu dengan Menhan Wei Fenghe serta sejumlah jenderal tinggi lainnya.

Sebelum berangkat ke Asia pada akhir pekan lalu, Mattis sempat menyatakan berharap bisa membangun "dialog strategis serta transparan" dengan pihak Cina. "Ke depan, kami jelas melihat tindakan Cina, tetapi saya akan berada di sana untuk mendengarkan dan mengidentifikasi kesamaan serta perbedaan di level strategis untuk saat ini," kata Mattis.

"Saya tidak ingin langsung masuk dengan serangkaian ekspektasi soal pernyataan mereka," ujarnya. "Saya ingin datang dan banyak mendengarkan. Saya akan sangat tegas soal perkembangan, tetapi itu alasan saya menjalani kunjungan ini alih-alih duduk di Washington membaca laporan." Xi menyampaikan kepada Mattis bahwa, walaupun ada ketidaksamaan pendapat di Pasifik seputar Laut Cina Selatan, "telah lama diketahui bahwa pakar urusan militer sesungguhnya tidak mau mengerahkan langkah militer untuk menyelesaikan masalah."

Cina menyambut keputusan Presiden AS, Donald Trump untuk menunda latihan militer skala besar AS-Korea Selatan setelah pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Akan tetapi, langkah Pentagon lain di kawasan memicu reaksi keras dari Beijing. Mattis, mantan jenderal Marinir, membuat marah Cina ketika belum lama ini menyatakan niat militer AS untuk melanjutkan "genderang" latihan angkatan laut untuk menantang klaim teritorial Cina di Laut Cina Selatan.

Bulan lalu, Pentagon membatalkan undangan untuk Cina ke latihan multinasional tahunan RimPac yang dimulai pekan ini. AS menyebut langkah itu dilakukan menanggapi eskalasi militer Beijing yang memasang sistem rudal baru di pulau buatan di Lau Cina Selatan.