BREAKINGNEWS.CO.ID - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri ungkap kasus penanaman narkotika jenis ganja di sebuah unit kamar  apartemen Batavia Tower 1, Lantai 15, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).  Aksi tersebut dilakukan Warga Negara Asing asal Amerika Serikat bernama Lucas Alan Kristian, seorang mantan anggota militer AS dan sudah lima tahun menetap di Indonesia.

Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto, membenarkan WNA AS yang ditangkap mantan tentara AS. “Yang bersangkutan seorang warga negara AS, yang mana berdasarkan pemeriksaan, pelaku juga mantan Militer AS” ujar Eko dikonfirmasi, Rabu (6/2/2019).

Menurut Eko, berdasarkan pemeriksaan, ganja hasil budidaya di dalam kamar ini merupakan ganja dengan kualitas baik yang dibudidaya secara profesional dengan pupuk khusus serta hanya diberi lampu, hingga menghasilkan bunga ganja yang besar.

“Kasus ini berbeda dengan pada pengedar ganja yang dari Aceh, dimana pelaku mempelajari penanaman ganja secara baik dan benar lewat Youtube, ganja hasil budidayanya beda dengan yang ada di Aceh karena terlihat bunga bunga ganja yang besar” ujar Eko.

Selain mengamankan pelaku,  pihaknya juga mendapatkan barang bukti, enam tanaman ganja ukuran kecil, hingga daun ganja siap konsumsi seberat 30 gram, dan bunga ganja siap konsumsi seberat 20 gram.

“Ada juga beberapa peralatan berkebun dengan menggunakan wadah plastik yang temukan di dalam kamar apartemen” ujar Eko.

Eko mengatakan, dari pemeriksaan diketahui pelaku membawa langsung bibit ganja dari  AS dan Belanda melalui perjalanan udara.

Menurur Eko  kasus budidaya ganja dalam kamar apartemen ini, merupakan kasus pertama yang mereka temukan di Indonesia.

“Biasanya ganja itu di taman di luar ruangan, ini yang pertama kita temukan yang dikalakukan oleh WNA” ujarnya.

Meskipun pelaku sudah lima tahun berada di Indonesia, menurut pengakuan pelaku kerap kali berpindah-pindah tempat, namun barang bukti hanya ditemukan di Apartemen tersebut, untuk itu pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut.

Bahkan dari hasil test urine yang dilakukan pelaku juga tidak teridentifikasi positif narkoba, namun pengakuan pelaku ganja tersebut untuk dikonsumsi sendiri.

"Tentu kami masih melakukan penyelidikan karena kan memang pengakuan pelaku ini baru dilakukan sejak lima bulan lalu, sejauh ini belum mendapatkan bukti pelaku menjual, tapi dari komunikasi ada  ke arah kesana, baru tahap menawarkan, tapi masih kita tindak lanjuti," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Krisno Siregar mengatakan pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat akan adanya budi daya tanaman ganja di dalam sebuah kamar apartemen Batavia, Jakarta Pusat.

"Berdasarkan laporan masyarakat yang kami terima, adanya seorang pemilik pohon ganja didalam kamar apartemen, kami tinjau ke lokasi, pelaku menanam atau membudidayakan tanaman narkotika yang sebagaimana melanggar pasal 111 UU RI No.35 tentang narkotika," ujar Krisno, Rabu (6/2/2019).

Selanjutnya Polisi menbawa tersangka dan barang bukti guna dilakukan pengembangan jaringan yang melibatkan sindikat internasional Belanda – Indonesia.