BREAKINGNEWS.CO.ID -   Aksi Window Dressing diperkirakan akan menjadi pendorong penguatan  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di  Bursa Efek Indonesia, Kamis (26/12/2019)) yang kembali dibuka pasca libur natal.

Menurut  Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper, pemolesan saham jelang akhir tahun tersebut adalah langkah rutin yang dilakukan oleh pelaku pasar jelang libur akhir tahun yang akan berlangsung beberapa hari ke depan.

Window dressing adalah strategi yang digunakan perusahaan atau manajer investasi untuk mempercantik tampilan portofolio atau performa laporan keuangannya.

"Investor lebih berani masuk ke pasar modal jelang akhir tahun lantaran memanfaatkan momentum window dressing," kata Dennies dikutip dari risetnya, Kamis (26/12).

Menurut dia, kedatangan pelaku pasar tercermin dari volume perdagangan yang tinggi. Pada perdagangan Senin (23/12) investor tercatat membukukan transaksi sebesar Rp10,64 triliun dengan volume 16,93 miliar saham. "Ini mengindikasikan investor mulai kembali optimis akan tren bullish (penguatan)," imbuhnya.

Dennies memperkirakan indeks akan bergerak di rentang support 6.253-6.280 dan resistance 6.324-6.341.

Akan tetapi, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memperkirakan IHSG cenderung melemah karena faktor teknikal. Ia meramal indeks saham melaju di rentang support 6.200 dan resistance 6.315. "Kami perkirakan IHSG berpotensi melemah pasca libur Natal," ucapnya.

Namun demikian, ia menilai ketegangan perang dagang telah mereda jelang tutup tahun setelah negosiaso AS-China berakhir positif. Kesepakatan itu menenangkan investor. "Penandatanganan fase pertama kesepakatan dagang AS-China akan dilakukan pada Januari," imbuhnya.

IHSG terpantau menguat pada perdagangan Senin (23/12). Indeks ditutup di level 6.305, naik 21,53 poin atau 0,34 persen.

Sementara itu, saham-saham utama Wall Street mayoritas mengalami koreksi. Indeks Dow Jones turun 0,13 persen ke posisi 28.515, S&P 500 berkurang 0,02 persen ke level 3.223, dan Nasdaq Composite menguat 0,08 persen menjadi 8.952.