Pencapain Lorenzo bersama Ducati sampai saat ini tercatat baru sekali naik podium dengan menempati posisi ketiga. Berbeda dengan rekan setimnya di Ducati Andrea Dovizioso yang bertengger di posisi ketiga klasemen dengan raihan pont 123 poin.


"Situasi ini tentu tak mudah untuknya. Lorenzo padahal memiliki keterampilan yang tinggi dalam hal kecepatan di tikungan dan dalam hal pengereman awal. Namun, debutnya bersama Ducati tidak berjalan dengan baik," kata Zeelenberg seperti dikutip Crash, Selasa (11/7/2017).


Menurut lelaki asal Belanda tersebut, keadaan yang di alami Lorenzo saat ini tidak sesuai dengan performa atau skill yang dimilikinya, Sembilan tahun bersama Lorenzo, dia (Zeleenberg) tahu betul bagaimana karakter dan kemauan Lorenzo sehingga Ducati dan lorenzo harus lebih saling memahami satu dengan yang lainya. Zeleenberg mengakui kalau performa motor Ducati sangat Kompetitif di musim ini, terbukti Ducati berhasil memenangi Dua balapan berturut bersama Dovizioso. Bagi Zellenberg, sosok Jorge Lorenzo tentu sudah tak asing lagi.


"Ducati memiliki kelebihan lain karena jika tidak mustahil mereka bisa memenangi dua balapan beruntun bersama Andrea Dovizioso. Saya rasa, Ducati harus lebih memahami Lorenzo dan Lorenzo juga harus memahami kelebihan Ducati. Lorenzo harus belajar bagaimana cara pengereman keras dan lebih dalam serta mengurangi kecepatan di tikungan," ucap Zeelenberg.


Wilco Zeelenberg sebenarnya punya peluang terus bersama Jorge Lorenzo musim ini. Namun, pria 50 tahun itu menolak mengikuti jejak Lorenzo yang hengkang ke Ducati musim ini dan kini menjadi manajer dari Maverick Vinales di Yamaha.

BREAKINGNEWS.CO.ID