BREAKINGNEWS.CO.ID - Jumlah pasien positif terinfeksi virus Corona DKI Jakarta terus bertambah, Tercatat berdasarkan laporan pemerintah, sebanyak 259 dari 267 kelurahan di DKI telah terpapar wabah virus corona, sementara hingga kini, jumlah pasien positif di Jakarta saat ini mencapai 6.316 kasus, di mana data update pada Jumat, 22 Mei 2020 pukul 13.00 WIB.

Untuk peta sebaran per-Kelurahan, Se DKI Jakarta, jumlah pasien dengan kasus positif terbanyak adalah kelurahan Sunter Agung dengan 141 kasus, disusul Petamburan (128), Pademangan Barat (120), Kebon Kacang (90), Pondok Bambu (63), Maphar dan Kebon Melati ( masing-masing 60), Penjaringan (56), Selain itu, Kebon Jeruk dan Kelapa Gading Barat masing-masing 54 kasus, Pondok Kelapa dan Kramat masing-masing 51 kasus, dan kelurahan Pegadungan dengan 49 kasus.

Dalam website resmi Corona.jakarta.go.id disebutkan pasien yang sembuh di Jakarta sebanyak 1.558, pasien dirawat 1.975 orang, isolasi mandiri 2.282 orang, dan korban meninggal sebanyak 501 orang.

"Kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta 6.316 orang. Dirawat 1.975. Sembuh 1.558. 501 orang Meninggal. Dan Isolasi mandiri 2.282 orang," tulis Pemprov DKI dalam website corona.jakarta.go.id, Jumat (22/5/2020).

Secara keseluruhan, total kasus Covid-19 yang ditemukan di jakarta mencapai 8.108 kasus, dengan rincian 6.316 kasus positif dan 1.792 menunggu hasil.

Adapun jumlah kasus positif di titik kelurahan mencapai 4.666 kasus dan 1.485 kasus di lokasi yang tidak diketahui.

Selain itu, Kebon Jeruk dan Kelapa Gading Barat masing-masing 54 kasus, Pondok Kelapa dan Kramat masing-masing 51 kasus, dan kelurahan Pegadungan dengan 49 kasus.

Sebelumnya, laporan per Kamis (21/5/2020), jumlah pasien positif corona tercatat ada 6.220 kasus. Dari jumlah itu, 1.536 pasien dinyatakan sembuh dan 498 orang meninggal dunia.

Sebagai catatan, Pemprov DKI Jakarta sudah menerapkan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) mulai 10 April 2020, bahkan sudah memperpanjang PSBB pada 24 April yang lalu demi mencegah semakin meluasnya penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta