JAKARTA - Mahasiswa Indonesia kaya kreasi serta inovasi di bagian apapun tidak kecuali di bagian konstruksi serta infrastruktur.

Seperti yang dikerjakan Deniar Regia Pratama, Adji Putra Abriyantoro, serta Bagas Putra Ramadhan yang membuat inovasi beton yg tidak memerlukan alat penggetar atau self-converting concrete. Walau sebenarnya, biasanya pembuatan beton memerlukan alat penggetar supaya bahan bisa tercampur rata.

Tiga mahasiswa Kampus Sebelas Maret (UNS) itu mengakui di inspirasi tehnologi dari Jepang yang bikin beton mempunyai kwalitas serta ketahanan tambah baik dibanding beton konvensional saat ini.

“Beton yang kami hasilkan mempunyai kemampuan tekan meraih 51 MPa (mega-Pascal) sesudah dikeringkan sepanjang 28 hari. Ini tambah baik apabila dibanding dengan beton konvensional yang cuma dapat menahan 30 MPa, ” jelas satu diantara anggota tim penggagas, Deniar, seperti ditulis dari laman UNS, Senin (5/6/2017).

Deniar menyampaikan, pengembangan inovasi ini diawali mulai sejak th. 2016 silam. " Saat itu pertama kalinya coba lewat lomba Civil Week UNS 2016, " paparnya.

Mereka mengharapkan makin banyak mahasiswa yang pelajari pengetahuan bangunan dan aktif berperan serta berinovasi dalam meningkatkan tehnologi beton. " Kita banyak belajar dari dosen, mahasiswa, bahkan juga dari pekerja konstruksi, ” tutup Deniar.

Karena inovasinya itu, tiga mahasiswa dari beragam program studi ini menyabet gelar juara atas pertandingan inovasi beton Civil Days 2017.