BREAKINGNEWS.CO.ID - Pengamat Politik, Wempy Hadir mengatakan, pertarungan pemilu legislatif 2019 menjadi tantangan tersendiri bagi partai papan tengah yang coba untuk melewati jebakan parlementary threshold. Hal tersebut dikatakan Wempy menanggapi optimistis Partai Nasdem yang menargetkan 100 kursi DPR RI pada Pemilu 2019. 
 
Kata Wempy, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indopolling Networking di Jawa Barat pada bulan Oktober 2018 menunjukan bahwa hanya enam partai yang memperoleh di atas empat  persen yakni partai PDI Perjuangaqn dengan 19,5%, Partai Gerindra 13,8%, Partai Golkar 9,2%, PKS 5,8%, PPP 4,7% dan PKB 4,3%. Sementara partai yang lainnya masing-masing memperoleh di bawah 4%. 
 
"Kalau merujuk pada hasil survei di Jawa Barat berarti akan ada banyak partai yang tidak masuk ke Senayan pada pemilu 2019. Namun perlu juga dicatat bahwa ini hanya potret sementara jika pemilu dilaksanakan saat ini. Artinya masih ada kesempatan bagi partai politik untuk melakukan kerja-kerja politik sehingga mereka bisa meraih dukungan yang maksimal dari publik," ujar Wempy kepada BreakingNews.co.id, Senin (12/11/2018). 
 
Sementara harapan Partai Nasdem yang ingin mendulang sekitar 17 persen lebih suara nasional, menurut Wempy, pernyataan tersebut hanya menjadi motivasi bagi kader-kader partai tersebut untuk berjuang lebih keras lagi. "Sebab kalau kita melihat hasil survei terutama hasil di provinsi Jawa Barat yang merupakan pemilih terbesar dari 34 provinsi menunjukan bahwa partai Nasdem memperoleh persentase yang kecil bahkan di bawah 4%," katanya. 
 
Jika partai Nasdem ingin memperoleh 100 kursi di DPR RI kata Wempy mesti ada kerja-kerja partai dan calon legislatif yang terukur. Sehingga apa yang disampaikan oleh Suraya Paloh bisa mendekati kenyataan. Jika tidak maka bisa saja pertai tersebut masuk dalam jebakan PT 4%. 
 
Dengan demikian Wempy pun menyarankan kepada partai-partai mesti melakukan pendekatan kepada masyarakat yang bisa diukur. Misalnya dengan melakukan kampanye dari rumah ke rumah (door to door campaign). Dengan cara itu, partai politik mempunyai basis data pemilih yang jelas serta tahu apa yang menjadi kehendak rakyat sehingga bisa diformulasikan menjadi program prioritas bagi partai jika kadernya terpilih. 
 
"Hal tersebut akan menjadikan pemilih merasa bahwa kepentingan mereka teradvokasi oleh partai dan kemudian mereka memberikan dukungan kepada partai tersebut," katanya. "Apaila partai tidak menggunakan pendekatan tersebut, tapi menggunakan pola yang konvensional, maka target 100 kursi DPR RI menjadi sebuah impian semata. Sementara semua provinsi besar di Jawa sudah menjadi basis partai lain. Misalnya saja, Jawa Tengah menjadi milik PDI Perjuangan. Akan sangat sulit bagi partai lain untuk mendulang lebih banyak suara di sana," tambahnya.
 
Diberitakan, Partai Nasdem optimistis target 100 kursi DPR RI akan tercapai pada Pemilu 2019 jika 10 Daerah Pemilihan (Dapil) di Jawa Tengah semuanya terisi. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat membuka Konsolidasi dan Pembekalan Caleg Partai NasDem se-Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, di De Tjolomadoe Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (11/11/2018).
 
Menurut dia, target 100 kursi DPR RI tersebut bukan imajinasi, bukan tidak realistis. Tetapi, bisa direbut dengan catatan Jawa Tengah harus menjadi tulang punggung. "Ada 10 dapil saya berdoa. Saya berharap jangan ada satu pun dapil yang kosong, siap," kata Surya Paloh, di hadapan ribuan caleg. "Jangan ada satu pun dapil khususnya DPR RI yang kosong, siap. Saya mau itu terealisasikan," lanjut dia.
 
Paloh yakin, jika 10 dapil Jawa Tengah semuanya tersisi maka 100 kursi DRP RI tercapai. "Apabila target itu tidak tercapai sayalah ketua yang bersalah di hari baik ini. Mari kita berdoa supaya itu jangan terjadi," kata Surya Paloh. Menurut dia, motivasi penting untuk mewujudkan cita-cita Partai Nasdem menjadi tiga besar di parlemen pada Pemilu 2019. Ia mengakui bahwa kekuatan terbesar partai politik di Jawa Tengah adalah PDI Perjuangan.
 
"Saya memahami Provinsi Jawa Tengah memiliki ciri khas. Kekuatan utama dari partai politik di luar Nasdem sudah jelas yang menonjol adalah saudara tua kita, dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Banyak saudara tua karena kita yang paling bungsu. Tetapi, Insya Allah saudara tua lebih besar, lebih hebat kita hormati. Tetapi ada saudara tua, kita yang paling muda," pungkasnya.