JAKARTA - Investor startup East Ventures kembali hadir dengan proyek anyar untuk merakyatkan teknologi. Proyek yang tercetus dari pengamatan perilaku masyarakat lokal ini diberi nama Warung Pintar. Sesuai namanya, proyek ini memadukan kios kecil/tradisional dan pengelolaan yang berbasis teknologi dengan mengedepankan tiga pilar yaitu Internet of Things (IoT), big data analytics dan blockchain.

"Kenyataan bahwa teknologi seharusnya dapat diakses oleh siapa saja, maka Warung menjadi wadah yang tepat bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mengambil peran dalam ekonomi digital”, ujar CEO Warung Pintar, Agung Bezharie, Rabu (24/1/2018).

Warung Pintar bisa menghadirkan solusi menyeluruh (seperti pencarian lahan usaha hingga kebutuhan dana) bagi orang yang ingin memulai bisnis warung, serta platform untuk berinvestasi kepada pemilik warung.

Mereka bisa membantu para pengusaha warung dalam melakukan modernisasi bisnis, seperti: Akses ke barang kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih murah,
Melengkapi infrastruktur warung dengan beragam perangkat elektronik, Pemanfaatan software guna menunjang usaha, Memungkinkan warung menjual barang digital.

Dengan implementasi teknologi di Warung Pintar, pemilik warung dan pembeli bisa memanfaatkan aplikasi hasil investasi East Ventures. Misalnya, menggunakan sistem "MokaPOS" pada kasir warung atau melakukan pencatatan keuangan dan akuntansi menggunakan software akuntansi online, "Jurnal".

Startup ini adalah sosok tersohor di dunia startup Indonesia, seperti Agung Bezharie (mantan Investment Associate East Ventures) dan Sofian Hadiwijaya (mantan VP of Business Intelligence GO-JEK).

Pembeli juga bisa melakukan isi ulang pulsa, membeli tiket atau barang lainnya melalui "Kios untuk dagang Online" (Kudo). Pengadaan produk dan sistem distribusi juga disediakan oleh "Do-cart" serta "Waresix" yang akan mengelola sistem distribusi gudang. East Venture menyebut jika masih ada kelompok masyarakat di Indonesia yang belum dapat menikmati paltform digital karena kurangnya pengetahuan terhadap dunia digital. Sebab itulah, mereka mengambil pendekatan yang berbeda untuk melayani segmen tersebut.

Mereka tidak hanya menyediakan platform digital saja tetapi juga membangun platform fisik untuk para pemilik warung mulai dari pencarian lahan, pendanaan, promosi, hingga pemasaran. "Misi kami adalah untuk memberikan dampak sosial yang lebih besar ketimbang mencari keuntungan moneter. Warung Pintar merupakan proyek dengan visi yang kuat akan inklusi teknologi bagi seluruh masyarakat Indonesia", jelas Managing partner East Ventures, Willson

Hingga hari ini, Warung Pintar sudah memiliki delapan warung yang tesebar di wilayah Jabodetabek. Para pemilik warung tersebut hanya perlu memberikan komitmen, kejujuran serta waktu mereka untuk memperbaiki warungnya sewaktu-waktu dibutuhkan.