BREAKINGNEWS.CO.ID – Seorang warga negara Korea Selatan (Korsel) yang dinyatakan hilang di Palu, Sulawesi tengah (Sulteng) akibat bencana alam gempa bumi, berhasil ditemukan meninggal dunia di bawah reruntuhan hotel Roa-roa pada 4 Oktober 2018 lalu.

"Kami sangat menyayangkan kalau jenazah seorang warga Korsel ditemukan di bawah puing-puing Hotel Roa-Roa di Palu. Jenazah ditemukan pada Kamis (4/10) sore oleh tim pencarian," kata Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-beom, kala dikonfirmasi pada Jumat (5/10/2018). Warga Korsel itu memiliki nama keluarga Lee. Lee tidak bisa dikontak sejak dilaporkan hilang saat gempa serta tsunami menerjang Palu dan Donggala pada 28 September 2018 lalu.

Kim menuturkan ibu Lee segera terbang ke Palu untuk mendampingi pencarian tidak lama setelah Lee dikabarkan hilang. "Sang ibu sangatlah berharap anaknya bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Akan tetapi, sayangnya, harapan itu pupus dengan hasil pencarian," kata Kim.

"Walaupun demikian, kami sangat mengapresiasi pemerintah Indonesia yang telah mengerahkan operasi pencarian. Kami semua mendoakan agar pemulihan pasca-bencana bisa segera terlaksana." Kim menuturkan jasad Lee sudah dikremasi di Palu. Sementara abu jenazah akan dikirimkan ke Bali pada Jumat (5/10) malam oleh sang ibu.

"Selama ini mendiang (Lee) tinggal di Bali dan pergi ke Palu untuk ikut serta dalam salah satu turnamen paragliding," ucap Kim. Berdasarkan pada data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedikitnya 120 warga negara asing berada di Palu dan Donggala saat bencana yang telah merenggut lebih dari 1.400 nyawa itu terjadi.

Sebagian besar telah dievakuasi ke luar daerah palu dan beberapa lainnya sudah kembali ke negara asal. Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menuturkan dua WNA memutuskan bertahan di Palu karena keperluan masing-masing.

Sebelumnya diberitakan, warga negara asing (WNA) yang berhasil dievakuasi akibat gempa serta tsunami di Sulawesi tengah hingga Selasa (2/10) pukul 13:00 WIB mencapai 120 orang. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Sutopo menambahkan masih ada 2 WNA yang masih belum diketahui keberadaannya. Dua WNA yang belum diketahui itu berasal dari Korea Selatan dan Belgia. Menurut data yang dimiliki pihaknya, sejauh ini ada 2 WNA asal Belgia yang sedang berada di Sulteng saat bencana terjadi. Namun 1 WNA Belgia sudah diketahui berhasil dievakuasi ke Jakarta. Sementara 1 WNA Korsel yang belum ditemukan diduga masih terjebak di bawah reruntuhan Hotel Roa-Roa, Palu, Sulteng.