BREAKINGNEWS.CO.ID -Reka ulang adegan atau rekonstruksi kasus pembunuhan ayah-anak bernama Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan M. Adi Pradana alias Dana (23) dikerumuni warga yang ingin melihat dari dekat wajah pelaku. Polisi melakukan penjagaat ketat di lokasi rekonstruksi.

Baik pengunjung Mal Kalibata City dan penghuni Apartemen Kalibata City, nampak berbondong-bondong berkerumun ingin melihat otak pembunuhan kasus ini yang tak lain adalah Aulia Kesuma (35) memeragakan detik-detik Aulia menyusun rencana pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya itu. Diketahui Apartemen Kalibata City adalah tempat Aulia menyusun rencana jahatnya bersama dengan dua eksekutor yang disewanya.

Warga nampak mengabadikan momen ini dengan ponselnya, mulai dari anak-anak, hingga orang dewasa. Salah seorang pengunjung mal bernama Idba (25) misalnya mengaku penasaran dengan keramaian di sana. Ia sampai menunda makan siangnya karena rasa penasaran sedang ada apa.

"Dikasih tahu ternyata ada adegan ulang kasus pembunuhan. Ternyata kasus pembunuhan yang ayah dan anak yang dibakar istrinya," kata Idba di Apartemen Kalibata City, Kamis (5/9/2019).

Reka ulang adegan dimulai dengan adegan ketika Aulia ke Apotek Century di sana. Diduga disitulah Aulia membeli obat tidur untuk membuat korban Edi tertidur sehingga aksi dua eksekutor membunuh Edi berjalan lancar. Setelahnya adegan dilanjut ke Alfa Express yang ada di sana. Setelahnya dia bertemu dengan dua eksekutor yakni Kusmawanto Agus dan Muhammad Nur Sahid di mobilnya masih di kawasan apartemen.

Saat didalam mobil itulah rencana pembunuhan dilakukan. Dua eksekutor pun memeragakan perannya. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menambahkan, rekonstruksi dilakukan guna menyamakan keterangan antara tersangka dan fakta-fakta yang ada di lapangan. Setelah dari apartemen, rekonstruksi akan dilanjut ke kediaman Edi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"Kegiatan rekonstruksi hari ini untuk menyamakan keterangan tersangka dan fakta di lapangan," ucap Argo menambahkan.