BREAKINGNEWS.CO.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka galangan dana atau sumbangan untuk korban bencana alam gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Sumbangan tersebut bisa ditampung di kantor Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan.

“Di Balai Kota mulai hari ini (Senin) sehingga kalau nyumbang mudah menjangkaunya,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Galangan dana itu nantinya akan dikelola langsung oleh beberapa organisasi atau lembaga amil seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT), Dompet Dhuafa, Palang Merah dan lain-lainnya. Nantinya lembaga amil tersebut akan disediakan posko-posko untuk memudahkan para donatur yang ingin memberikan bantuan.

“Pemprov mengundang, memfasilitasi semua lembaga-lembaga untuk mereka bisa pakai tempat dan warga menyalurkan hasil ke mereka menggunakan tempat di Balai Kota, jadi bukan Pemprov sendiri,” ujar Anies.

Sementara itu untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menganggarkan dana sebesar Rp60 miliar dari Anggara. Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) DKI tahun 2018. Tidak hanya itu saja, Pemprov DKI juga mengirimkan 83 personil dati tim Tanggap Ibu Kota untuk membantu para korban menjalani pemulihan pasca bencana alam.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI berharap nantinya segala bentuk dukungan maupun bantuan dari berbagai pihak bisa memulihkan kondisi Palu juga Donggala dengan cepat sehingga masyarakat beraktivitas seperti sediakala.

“Mudah-mudahan proses rekoveri di sana berjalan dengam cepat, doa kami kepada semuanya, simpati kami kepada semua dan kita doakan saudara-saudara kita yang berangkat kembali dalam keadaan sehat dan bisa benar-benar membantu meringankan beban di sana,” harapnya.

Sebagai informasi, Jumat (28/9/2018) Kota Palu dan Donggala mengalami gempa bumi yang disusuli dengan tsunami hebat. Pasca bencana alam, berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPN) hingga saat ini korban meninggal dunia terdapat 844 jiwa dan 744 jiwa sudah teridentifikasi. Sementara korban luka berat mencapai 632 jiwa serta korban hilang sementara mencapai 90 jiwa. (Puji)