BREAKINGNEWS.CO.ID -  Wakil Presiden (Wapres) M Jusuf Kalla  secara tidak langsung membela keputusan maskapai yang ramai-ramai menaikkan tariff penerbangan dalam negeri beberapa waktu lalu. Menurutnya, kenaikan harga tiket tersebut dipicu oleh biaya perawatan serta pembelian bahan bakar yang harus menggunakan dolar dan mesti disesuaikan dengan rupiah. Meski Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (Inaca) telah menurunkan kembali tarif penerbangan itu.

“Semua terpaksa melakukan penyesuaian secara bertahap karena mereka menggunakan pembayaran dengan dolar, mulai dari beli pesawat, avtur, sementara tiket pakai rupiah,”ujar JK di Jakarta, Senin (14/1/2018)

Keputusan menaikkan harga tiket atau penyesuaian itu  harus dilakukan agar aktifitas serta operasional perusahaan penerbangan tetap berjalan di tengah penguatan kurs dolar AS terhadap rupiah.

Sebaliknya, jika tiket pesawat ditetapkan lebih rendah, maka itu secara langsung akan berakibat pada lesunya bisnis ini yang itu bisa berujung pada kebangkrutan perusahaan itu sendiri. “Jika tak disesuaikan, nanti akan ada sejumlah perusahaan yang bangkrut atau berhenti,”tambah politisi senior ini.

Menurut JK, kondisi tersebut memberi peluang untuk terjadinya penguasaan bisnis penerbangan oleh maskapai tertentu saja, yang ujung-ujungnya tetap sama yakni kenaikan harga tiket lagi.  "Kalau nanti (ada) yang berhenti bagaimana? Tarif akan lebih tinggi lagi, kalau monopoli. Hati-hati juga, kita harus mempertimbangkan unsur itu, unsur kepentingan konsumen tapi juga memperhatikan unsur perusahaan," ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah maskapai di Tanah Air menaikkan tarif tiket transportasi udara. Hal itu dikeluhkan oleh masyarakat, yang salah satunya ada warga Banda Aceh memilih penerbangan transit ke Malaysia untuk tujuan Jakarta karena lebih murah dibandingkan menggunakan rute langsung Aceh-Jakarta.

Sehari sebelumnya, seluruh maskapai nasional yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (Inaca) telah menurunkan tarif tiket penerbangan sejak Jumat 11 Januari 2019 pada beberapa rute penerbangan seperti Jakarta-Denpasar, Jakarta-Jogja, Jakarta-Surabaya, Bandung-Denpasar dan akan dilanjutkan dengan rute penerbangan domestik lainnya.

Ketua Umum Inaca Ari Askhara dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, mengatakan hal itu menyusul keprihatinan masyarakat atas tingginya harga tiket dan adanya komitmen positif atas penurunan biaya kebandaraan dan navigasi dari para pemangku kepentingan seperti PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, AirNav dan Pertamina.  "Di tengah kesulitan para maskapai kami tetap paham dan mengerti akan kebutuhan masyarakat dan kami  memastikan komitmen memperkuat akses masyarakat terhadap layanan penerbangan nasional serta keberlangsungan industri  penerbangan nasional tetap terjaga," kata Ari.

Ari menambahkan seluruh anggota Inaca serta seluruh jajaran terkait pemangku kepentingan layanan penerbangan nasional seperti pengelola bandara, badan navigasi, hingga pemangku kepentingan lainnya telah melaksanakan pembahasan intensif terkait penurunan struktur biaya pendukung layanan kebandara udara dan navigasi agar dapat selaras dengan mekanisme pasar industri penerbangan dan daya beli masyarakat.