BREAKINGNEWS.CO.ID –  Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan isu Pertamina bangkrut akibat kebijakan BBM satu harga datang dari mereka  yang lebih  percaya grup Whatsapp daripada informasi resmi.

"Tidak benar kalau BBM satu harga bikin Pertamina bangkrut, kecuali bagi mereka yang percaya dengan whatsapp grup,"ujar Wamen Arcandra saat memberi kuliah umum di Padang, seperti dikutip dari laman Antaranews, Jumat (25/1/2019).

Arcandra menjelaskan, kemungkinan terjadinya kebangkrutan tersebut sangat kecil, karena biaya yang dikeluar BUMN tersebut sangat kecil. “Isu itu tidak benar, karena biaya operasional kebijakan satu harga tersebut sangat kecil dan jauh dibawah keuntungan yang diperoleh Pertamina,”tandasnya lagi.

 Pernyataan tersebut disampaikan Arcandra pada kuliah umum dengan tema Kearifan Lokal Dalam Pengembangan Energi Nagari di Universitas Bung Hatta yang dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Wali Kota Padang Mahyeldi dan undangan lainnya.

Menurut dia, dari 131 titik BBM Satu Harga di seluruh Indonesia, biayanya kurang dari Rp800 miliar per tahun dan angka itu masih kecil dibandingkan keuntungan yang diperoleh Pertamina.

Pemerintah menargetkan 170 titik di seluruh Indonesia agar warga di Papua, Mentawai dan pulau terluar bisa menikmati harga yang sama, kata dia.

Ia menyampaikan sejak Indonesia merdeka baru kali ini warga pulau terluar bisa menikmatinya. Arcandra juga menyampaikan bulan depan pihaknya akan meresmikan BBM Satu Harga di Mentawai, Sumatera Barat.

"Dulu sebelum kebijakan ini di Papua warga setempat harus mengeluarkan uang Rp100 ribu untuk membeli satu liter BBM dan di Mentawai sekitar Rp25 ribu, dengan adanya kebijakan ini warga bisa membeli seharga Rp6.450," ujarnya.

Lebihi Target

Sebelumnya, manajemen Pertamina menyebutkan, mereka sudah menjalankan kebijakan BBM satu harga di 123 titik wilayah hingga akhir tahun 2018 lalu. Jumlah tersebut melampaui target yang sebelumnya telah ditetapkan. . “Ta

Vice President Corporate Communications Pertamina Adiatma Sardjito di Jakarta, Senin mengatakan  pada tahun 2018, Dari target 67 titik, Pertamina telah mengoperasikan 69 titik BBM Satu Harga di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Indonesia.

Adiatma mengapresiasi seluruh pihak khususnya tim pelaksana BBM Satu Harga yang telah bekerja keras dan mendedikasikan pengabdiannya untuk mewujudkan pemerataan energi di daerah 3T Indonesia.  "Meskipun tahun 2018, target yang ditetapkan lebih banyak dibanding tahun 2017, dengan sinergi dan komitmen yang tinggi dari semua pihak, Alhamdulillah, justru pencapaiannya melebihi target," ujarnya.

Operasional BBM Satu Harga, lanjut Adiatma, tersebar di seluruh wilayah 3T mulai dari Pulau Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Lokasi BBM Satu Harga terbanyak berada di Papua sebanyak 28 titik, disusul Kalimantan 27 titik, Sumatera 24 titik, Nusa Tenggara 15 titik, Sulawesi 14 titik, Maluku 11 titik, dan Jawa-Bali 4 titik.