NEW YORK-Pelaku pasar mencermati sejumlah rilis kinerja perusahaan keuangan papan atas, dan mayoritas investor menyatakan ketidak-puasnnya atas laporan kinerja perusahaan. Ini yang antara lain membuat indeks saham di Wall Street terjerembab. Saat penutupan bursa Kamis (12/10/2017) sore  atau Jumat (13/10) pagi WIB, indeks Wall Street terlempar dari rekor tertinggi.

Pagi ini bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah. Mengutip CNBC, indeks Dow Jones ditutup turun 31,88 poin atau 0,14% ke posisi 22.841, namun sempat menyentuh rekor baru di awal perdagangan.

Nasdaq melemah 12,04 poin atau 0,18% ke level 6.591,51, setelah mencetak rekor tertinggi intraday di sesi awal. Sementara, indeks S&P 500 terkoreksi 4,31 poin atau 0,17% menjadi 2.550,93.

JPMorgan Chase melaporkan laba dan pendapatan kuartal ketiga melebihi perkiraan analis. Namun, pendapatan perdagangan fixed income turun 27% year on year (yoy). Efeknya, saham raksasa perbankan ini turun sekitar 1%.

Citigroup juga membukukan hasil kuartalan lebih baik dari perkiraan, didorong pertumbuhan bisnis konsumer global. Namun, kekhawatiran terkait kenaikan biaya kredit mendorong saham ini turun lebih dari 3%.

"Masih cukup panjang musim laporan kinerja untuk mengetahui di mana situasinya. Tapi ada banyak optimisme di pasar bahwa pendapatan akan baik," kata Ken Moraif, Penasihat senior di Money Matters, seperti dilansir CNBC.

Managing director dan manajer portofolio Penn Mutual Asset Management, Zhiwei Ren menyebut, ada dua faktor yang mendorong pasar lebih tinggi. "Data ekonomi sejauh ini terkuat yang pernah kita lihat selama bertahun-tahun. Kedua positioning, banyak orang yang masih memiliki risiko underweight. Jadi, ketika pasar terus melaju lebih tinggi, itu mendorong orang untuk mengejarnya," papar Ren.

Rabu lalu, Departemen Tenaga Kerja merilis harga di tingkat produsen bulan September naik 0,4%. Sementara, klaim pengangguran mingguan mencapai 243.000. Ini level terendah lebih dari sebulan.