SEMARANG - Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito membawa gunungan hasil bumi saat mendaftarkan diri jadi bakal cawagub Jawa Tengah di Pilkada 2018 mendatang.

Sejumlah seniman juga datang menemaninya mendaftar di kantor DPD PDIP Jawa Tengah, Rabu (9/8/2017).

Dalam proses pendaftaran, Sigit juga ditemani sejumlah pendukungnya yang berpenampilan bak pasukan kerajaan.

"Kami serahkan berkas, ini sudah diisi lengkap. Di dalamnya juga ada pengalaman saya di birokrasi lama, 32 tahun, kepala daerah sudah dua periode," kata Sigit, seusai mendaftar.

Sigit mengaku tertarik ikut ajang Pilkada Jateng karena ingin lebih berkontribusi untuk rakyat Jateng. Dia ingin supaya Jawa Tengah bisa setara, serta unggul dibanding provinsi tetangga. Menurut Sigit, saat ini Jateng tertinggal karena belum memaksimalkan potensi yang ada.

"Jateng layak jual, karena punya bandara, laut, potensi pertanian, hutan, SDA, saya ingin sejahterakan rakyat. Saya ingin Jateng yang lebih maju," katanya.

Selain itu, dia juga bakal menggenjot perekonomian supaya pengentasan kemiskinan dapat cepat tertangani. Menurut dia, warga miskin di Kabupaen serta Kota miliki karakteristik yang berbeda. Oleh karna, program pengentasan kemiskinan tidak bisa dipukul rata.

"Angka kemiskinan di Jateng ini turun cuma 1 persen. Mestinya Mesti dirumuskan, masyarakat perlu apa, jangan digebyah uyah. Skill tidak sama, jadi kita lihat serta rumuskan," kata dia.

"Kalau tidak ada gerakan kemajuan jadi ngapain (daftar), niat kita merumuskan, lalu dianalisis SWOT," lebih dia.

Sigit bersaing dengan 16 tokoh lain yang mencoba bersaing mendapat rekomendasi dari PDIP untuk posisi Cawagub Jateng. 4 sisanya merebutkan kursi calon gubernur. PDI-P sendiri di Pilkada Jateng yakin diri karena bisa mengusung pasangannya sendiri tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

Di DPRD Jateng, PDIP punya 31 kursi serta cukup untuk mengusung pasangan calon lain.